Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hercules GRIB: 'Kalau Kamu Datang dengan Setan Iblis, Saya Kirim Kamu ke Neraka!'

Hercules GRIB: 'Kalau Kamu Datang dengan Setan Iblis, Saya Kirim Kamu ke Neraka!' Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua GRIB Jaya Hercules meminta para pengemudi ojek online (ojol) tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya mengadu domba dan memecah belah masyarakat.

Hercules mengimbau para pengemudi ojol tetap berpikir jernih dan tidak terpancing situasi yang dapat memicu konflik antarsesama anak bangsa.

Ia juga meminta masyarakat tidak mengikuti ajakan atau provokasi yang berpotensi menimbulkan tindakan merugikan.

Hercules mengatakan dirinya terbuka kepada siapa pun yang datang dengan niat baik. Ia mengaku siap menyambut dan berbincang sambil makan atau minum kopi.

“Kalau datang dengan hati baik, saya sambut,” kata Hercules.

Namun, Hercules memperingatkan pihak yang datang dengan niat melakukan perusakan terhadap rumah maupun kantornya.

"Kalau kamu datang dengan setan iblis, saya kirim kamu ke neraka," tegasnya.

Hercules menegaskan setiap tindakan yang melanggar hukum akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pengemudi ojol, agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga situasi agar tidak terjadi konflik.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP GRIB Jaya H. Zulfikar sebelumnya membantah tudingan bahwa organisasinya terlibat dalam kematian warga dalam kerusuhan usai demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD GRIB Jaya Jawa Barat di Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/8/2026), Zulfikar mengatakan anggota GRIB Jaya yang berada di lokasi hadir sebagai Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) untuk membantu aparat.

"Hari ini ada yang memainkan narasi agar memusuhi GRIB, katanya ada yang meninggal dipukulin. Itu bukan GRIB yang pukulin, itu pendemo yang mukulin. Korban yang meninggal itu berada di tempat berbeda dengan lokasi Pam Swakarsa,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menilai informasi yang mengaitkan GRIB Jaya dengan kematian korban merupakan framing yang menyesatkan.

Ia juga mengatakan massa yang melakukan aksi secara tertib telah meninggalkan lokasi. Sementara kelompok yang bertahan hingga malam dan merusak fasilitas umum, menurut Zulfikar, merupakan perusuh.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat