Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Raih Akreditasi Green Climate Fund, IIF Dapat Akses Pendanaan Iklim hingga US$250 Juta

Raih Akreditasi Green Climate Fund, IIF Dapat Akses Pendanaan Iklim hingga US$250 Juta Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026. Status tersebut membuka akses IIF terhadap sumber pendanaan iklim global untuk mendukung pembiayaan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

GCF merupakan dana iklim yang dibentuk di bawah United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Akreditasi tersebut diberikan setelah IIF memenuhi sejumlah persyaratan terkait tata kelola, kapasitas kelembagaan, standar fidusia, pengelolaan risiko lingkungan dan sosial, serta komitmen terhadap kesetaraan gender.

Sebagai Accredited Entity, IIF dapat mengakses pendanaan GCF hingga US$250 juta per proposal untuk instrumen pinjaman dan penjaminan. Sementara untuk instrumen penyertaan modal, akses pendanaan mencapai US$50 juta per proposal.

Akses tersebut memungkinkan IIF mengembangkan struktur pembiayaan, termasuk skema blended finance, untuk meningkatkan kelayakan proyek dan mempercepat implementasi infrastruktur hijau.

Presiden Direktur & CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan status Accredited Entity memperluas akses perusahaan terhadap sumber pendanaan global sekaligus mendukung pengembangan solusi pembiayaan bagi proyek infrastruktur berkelanjutan.

“Perolehan status Accredited Entity dari Green Climate Fund merupakan langkah strategis bagi IIF untuk memperluas akses terhadap sumber pendanaan global,” ujar Rizki.

Menurut dia, akreditasi tersebut juga memperkuat kapasitas IIF dalam menyediakan pembiayaan yang lebih inovatif dan terintegrasi bagi nasabah serta mitra proyek infrastruktur.

Akreditasi GCF diperoleh di tengah aktivitas pembiayaan IIF yang mencakup sejumlah sektor strategis. Hingga Agustus 2026, IIF mencatat sembilan transaksi pembiayaan baru dengan total nilai Rp3,2 triliun.

Pembiayaan tersebut mencakup sektor kesehatan, kepelabuhanan dan logistik, energi terbarukan, telekomunikasi dan pusat data, serta pengelolaan limbah dan air.

Pada semester I 2026, IIF juga memperoleh delapan mandat advisory baru. Salah satunya berkaitan dengan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WTE).

Dari sisi pendanaan, IIF memperoleh fasilitas pinjaman sebesar US$30 juta dan fasilitas Term Loan & Treasury Line sebesar Rp500 miliar. Perusahaan juga menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Perpetual Tahap I sebesar Rp220 miliar.

Selain aktivitas pembiayaan, IIF mencatat sejumlah pengakuan kelembagaan sepanjang 2026. Pada 6 Agustus 2026, perusahaan meraih Cybersecurity Innovation Award dalam Asian Banking and Finance FinTech Awards 2026.

Kemudian pada 10 September 2026, IIF masuk dalam daftar shortlisted kategori In-House General Counsel Award dalam The Asia Legal Awards 2026.

Baca Juga: Tingkatkan Pemasaran hingga Operasional, Exabytes Dorong UMKM Indonesia Lebih Siap AI

Rizki mengatakan perkembangan tersebut berlangsung seiring meningkatnya kebutuhan terhadap pembiayaan dan advisory berkelanjutan.

“Capaian yang diraih sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap solusi pembiayaan dan advisory berkelanjutan terus meningkat,” katanya.

Ke depan, IIF akan memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan, memperluas kapabilitas pembiayaan dan advisory, serta mendukung proyek infrastruktur yang memiliki kelayakan komersial sekaligus memberikan nilai sosial dan dampak lingkungan positif bagi Indonesia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat