Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Loyalis Jokowi Klaim Masih Taruh Rasa Hormat untuk Megawati: Kalau Soal Politik, Ya Sudahlah

Loyalis Jokowi Klaim Masih Taruh Rasa Hormat untuk Megawati: Kalau Soal Politik, Ya Sudahlah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengaku masih menaruh rasa hormat kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, perbedaan dalam politik merupakan sesuatu yang wajar dan tidak seharusnya menghapus penghormatan kepada tokoh bangsa.

Budi Arie mengatakan dirinya tidak menjadikan perbedaan politik sebagai alasan untuk memusuhi atau kehilangan rasa hormat terhadap seseorang. Ia bahkan menyebut dua tokoh yang tetap dihormatinya meski memiliki latar belakang dan pilihan politik berbeda, yakni Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati.

Baca Juga: PDIP Soal Pernyataan Ketum NasDem: Terlalu Pagi untuk Direspons

"Saya tetap hormat sama Bu Mega dan Pak SBY. Apalagi saya dulu pernah jadi pejuang '98," ujar Budi Arie, dikutip Senin (21/9/2026).

Menurut Budi Arie, perbedaan pendapat dalam politik merupakan konsekuensi yang tidak bisa dihindari dalam sistem demokrasi. Karena itu, masyarakat seharusnya tidak melihat perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memutus rasa saling menghormati.

"Kalau soal politik ya sudahlah, beda-beda pendapat kan biasa," katanya.

Bagi Budi Arie, yang lebih penting adalah menjaga prinsip kehidupan berbangsa serta demokrasi. Ia mengatakan sikap tersebut juga menjadi dasar dalam dirinya ketika menyampaikan pandangan mengenai perkembangan politik nasional.

"Prinsip dan pernyataan saya itu prinsip. Saya mau jaga demokrasinya," tutur Budi Arie.

Ia menilai demokrasi seharusnya memberikan ruang bagi setiap orang untuk memiliki pilihan dan pandangan berbeda. Perbedaan tersebut tidak harus berujung pada upaya mempertentangkan satu tokoh dengan tokoh lainnya.

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) disebut tidak memiliki persoalan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Pernyataan tersebut disampaikan Eks Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Achmad Hidayat. Ia diketahui melakukan kunjungan ke Jokowi di Juli 2026.

Menurut Achmad, pertemuannya dengan mantan presiden itu berlangsung dalam konteks silaturahmi biasa. Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku sempat membicarakan mengenai hubungan kebangsaan antara Jokowi dan Megawati.

Baca Juga: Roy Suryo Tegaskan Tak Ada Akunnya yang Unggah Tuduhan Ijazah Jokowi Palsu

“Sekalipun ngobrolnya berdua dengan saya, penyampaiannya (Jokowi), 'Saya tidak ada masalah dengan Ibu Mega. Suatu saat nanti mesti akan ketemu.' Nah, hanya ngobrol itu saja yang saya ungkapkan ke DPP,” cerita Achmad.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar