Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini masih akan menghadapi tekanan jual.
Secara teknikal, IHSG ditutup di level 6.441, berada di bawah MA5 dan MA20. MA5 juga telah membentuk dead cross terhadap MA20, yang mengindikasikan pelemahan dalam jangka pendek.
Sinyal pelemahan turut terlihat dari indikator momentum. MACD sebelumnya telah membentuk dead cross terhadap garis sinyal, sementara histogram negatif semakin melebar.
Tekanan jual juga masih cukup besar dan disertai volume perdagangan yang tinggi. Meski demikian, IHSG masih mampu bertahan di atas MA60. Kondisi ini menunjukkan tren jangka menengah belum berbalik dan koreksi yang terjadi saat ini masih dapat dilihat sebagai pullback.
“Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.370, peluang technical rebound ke area 6.541-6.581 tetap terbuka, dengan MA20 sebagai dynamic resistance. Sebaliknya, jika 6.370 ditembus ke bawah, IHSG berpotensi menguji area level 6.200-6.279, dekat MA60 sebagai dynamic support,” kata Brigita.
Menurut dia, IHSG diperkirakan cenderung bergerak konsolidasi pada awal pekan dengan tekanan jual yang masih dominan. Adapun level support berada di 6.200-6.279, sedangkan resistance di 6.585-6.633.
Merespons kondisi pasar tersebut, IPOT merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading pada pekan 21-25 September 2026:
1. Buy ANTM (Entry: 3.290 - 3.320, Target Price (TP): 3.710, Stop Loss (SL): 3.110)
Secara teknikal, pergerakan ANTM menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah berhasil bergerak di atas support MA5 nya diikuti volume di atas rata-rata 20 hari. Tren jangka pendek hingga panjang masih terjaga diperkuat dengan indikator MACD yang mengonfirmasi momentum positif lanjutan.
Baca Juga: IHSG Turun 0,43% ke 6.413,15 pada Awal Perdagangan
Baca Juga: IHSG Turun 1,53% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tergerus Rp180 Triliun
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound ke 6.500-6.550, Investor Diminta Cermati Support 6.400
2. Buy MTEL (Entry: 500, Target Price (TP): 535 , Stop Loss (SL): 484)
Secara teknikal, pergerakan MTEL menunjukkan struktur yang solid setelah membentuk pola candlestick Bullish Engulfing dan berhasil rebound dari support historisnya. Konfirmasi ini diperkuat oleh AI Trade yang mengindikasikan adanya akumulasi senyap dari smart money, sehingga saham ini berpotensi melanjutkan kenaikannya.
3. Buy IMPC (Entry: 1.695, Target Price (TP): 1.825, Stop Loss (SL): 1.630)
Secara teknikal, pergerakan IMPC menunjukkan struktur yang solid setelah untuk jangka pendek kembali bergerak di atas MA5. Konfirmasi ini diperkuat oleh ADX score 27.3 yang menunjukkan tren bullish kuat, sehingga saham ini berpotensi melanjutkan kenaikannya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: