Hendri Satrio Bilang 'Hati-hati Sama Gibran', Bongkar Pola 'Kampanye Canggih'
Kredit Foto: Istimewa
Analis politik Hendri Satrio meminta publik tidak menganggap remeh aktivitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang belakangan aktif menemui berbagai lapisan masyarakat. Menurut Hendri, pola pendekatan tersebut dapat membangun *modal sosial* yang memiliki nilai politik.
Hendri bahkan menyebut pola tersebut sebagai bentuk “kampanye canggih” yang perlu diperhatikan. “Iya, jadi maksud gue ini tuh kampanye canggih. Lo harus hati-hati sama Gibran,” kata Hendri dalam sebuah podcast, dikutip Senin (21/9/2026).
Menurut Hendri, aktivitas turun langsung ke masyarakat berbeda dengan kampanye politik yang dilakukan secara terbuka. Kehadiran seorang pejabat di tengah masyarakat dinilainya dapat menciptakan kedekatan personal yang berpotensi menjadi modal politik.
“Sebagai penulis buku Momentum Politik, ada satu faktor yang bisa menumbuhkan momentum politik itu yang namanya modal sosial,” tuturnya.
Hendri menjelaskan, interaksi langsung dengan masyarakat dapat meninggalkan kesan yang berbeda dibandingkan sekadar menyampaikan pesan melalui media. Dalam pandangannya, hubungan personal yang terbentuk dari pertemuan semacam itu bisa menjadi aset ketika seseorang kembali membutuhkan dukungan politik.
Ia kemudian menyoroti pola kunjungan Gibran ke berbagai kelompok masyarakat. Sebelumnya, Hendri juga pernah mengaitkan aktivitas blusukan Gibran dengan upaya mengakumulasi modal sosial dan menyebut kehadiran langsung di tengah masyarakat sebagai strategi untuk memperkuat kedekatan dengan rakyat.
Dalam analisis Hendri, pola tersebut membuat aktivitas Gibran berbeda dari kampanye yang mudah dikenali secara formal. Ia menilai kedekatan yang dibangun melalui kunjungan langsung dapat menjadi fondasi politik dalam jangka panjang.
Baca Juga: Gibran Digugat ke MK, Prabowo Bisa Diminta Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
“Dan Gibran melakukan itu, orang Indonesia itu kan gak enakan,” ujar Hendri. Menurut dia, ketika seorang pemimpin datang langsung menemui masyarakat, hubungan personal yang terbentuk dapat memberikan kesan tersendiri.
Hendri kemudian mengaitkan pembacaannya tersebut dengan narasi mengenai kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 yang oleh sebagian pihak disebut sebagai “giveaway” dari Presiden ke-7 Joko Widodo. Namun, ia tidak menilai Prabowo berada di bawah kendali Jokowi.
“Gue sih gak pernah percaya bahwa Prabowo diatur Jokowi tuh gue gak pernah percaya,” kata Hendri.
Ia menilai Prabowo memiliki kalkulasi politik sendiri dalam menentukan langkahnya.
Karena itu, perhatian Hendri justru diarahkan kepada Gibran. Ia menilai aktivitas wakil presiden tersebut perlu dicermati karena pembangunan modal sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat dapat memiliki konsekuensi politik di masa mendatang.
Pandangan Hendri mengenai modal sosial bukan hal yang baru dalam analisis politiknya. Ia sebelumnya menjelaskan bahwa modal sosial merupakan salah satu faktor yang dapat membantu seseorang membangun momentum politik, bersama sejumlah faktor lain seperti kepemimpinan dan pengalaman.
Dalam konteks Gibran, Hendri melihat kunjungan ke masyarakat sebagai bentuk pendekatan yang tidak selalu terlihat seperti aktivitas kampanye. Justru karena dilakukan melalui interaksi langsung, menurut dia, pola tersebut dapat membangun hubungan personal yang sulit terbentuk hanya melalui komunikasi politik formal.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: