Kredit Foto: Istimewa
Upaya EIGER Nature dalam memulihkan lahan kritis dan mengembangkan kawasan berbasis alam mendapat perhatian dari WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global. Apresiasi tersebut disampaikan dalam kunjungan 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring global ke EIGER Nature, Minggu (20/9/2026).
Kunjungan yang menjadi bagian dari rangkaian Friends of Indonesia tersebut memberikan kesempatan bagi para perwakilan WWF melihat langsung pengembangan EIGER Nature. Salah satu yang menjadi perhatian adalah proses restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2.
Selain itu, para peserta melihat pendekatan konservasi yang diterapkan di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Melalui kegiatan guided site tour, para perwakilan WWF mempelajari pengembangan kawasan yang menggabungkan pengalaman di alam dengan upaya menjaga lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut berlangsung menjelang EIGER Nature dibuka untuk publik. Selain melihat kondisi kawasan, kegiatan juga menjadi ruang diskusi mengenai pengelolaan kawasan, konservasi, edukasi lingkungan, serta peluang kolaborasi.
Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan pihaknya membuka ruang bagi berbagai perspektif dalam pengembangan kawasan tersebut.
“Kami percaya menghadirkan inisiatif yang benar-benar memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari banyak pihak,” ujar Imanuel.
Menurut Imanuel, EIGER Nature merupakan kelanjutan dari perjalanan EIGER yang selama hampir empat dekade berkembang bersama aktivitas alam dan petualangan. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi kawasan yang tidak hanya menawarkan pengalaman di alam, tetapi juga mendorong pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Sementara itu, CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda menilai keterlibatan sektor swasta menjadi salah satu unsur penting dalam membangun model pengelolaan alam yang melibatkan pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi.
“Bagaimana sektor swasta bisa berusaha sambil ikut mengambil peran dalam menjaga alam, sambil tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Aditya.
Menurut dia, model kolaborasi tersebut juga berpotensi mendukung pembiayaan konservasi, khususnya di kawasan taman nasional. Pendekatan ini sejalan dengan upaya mencari sumber pembiayaan baru dan berkelanjutan bagi kawasan konservasi di Indonesia, termasuk melalui Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Spesies Ikonik.
Baca Juga: Rano Karno Beberkan Alasan Pemprov DKI Libatkan Danantara dalam Proyek LRT
Dalam pengembangan kawasan, EIGER Nature juga bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) untuk mendukung konservasi, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.
Kunjungan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global menjadi bagian dari upaya EIGER Nature membuka ruang dialog dengan berbagai pihak. Pertukaran perspektif tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama di bidang konservasi alam, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Menjelang pembukaan untuk publik, EIGER Nature masih menyempurnakan fasilitas dan pengalaman pengunjung dengan membawa pendekatan yang menghubungkan aktivitas di alam dengan upaya menjaga lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: