Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Aktivis 98 Ngaku Temui Keluarga Jokowi Demi Usut Ijazah Palsu, Jawabannya...

Aktivis 98 Ngaku Temui Keluarga Jokowi Demi Usut Ijazah Palsu, Jawabannya... Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Isu keabsahan ijazah Joko Widodo (Jokowi) kembali memasuki babak baru. Di tengah proses laporan yang kini ditangani Polda Metro Jaya, Aktivis 98 Rustam Effendi mengungkap cerita dari pertemuannya dengan seseorang yang diklaim sebagai sepupu Jokowi.

Rustam menyebut pertemuan tersebut menjadi salah satu bagian dari investigasi yang dilakukan bersama rekan-rekan aktivis. Ia mengaku sempat menanyakan secara langsung mengenai keberadaan dokumen ijazah yang selama ini menjadi perdebatan publik.

"Saya sempat bertanya langsung kepada sepupunya soal keberadaan ijazah tersebut. Jawabannya disampaikan secara santai, yang makin menguatkan keyakinan kami untuk terus mengawal isu ini sampai tuntas," kata Rustam.

Baca Juga: Gugatan Ijazah Gibran Dianggap Halu: Hanya Atraksi Wayang Politik yang Percuma Dilakukan

Pernyataan itu disampaikan Rustam dalam wawancara yang tayang di kanal YouTube Langkah Update. Dalam kesempatan tersebut, ia juga membeberkan perkembangan laporan yang diajukan bersama Rizal Fadillah dan Heru.

Menurut Rustam, laporan yang sebelumnya diajukan ke Bareskrim Mabes Polri tersebut kini telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Ia menyayangkan penanganannya karena, menurut dia, perkara tersebut justru berada di unit yang sama dengan unit yang pernah memproses dirinya sebagai tersangka sebelumnya. 

"Laporan kami di Bareskrim dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, khususnya Unit 5. Kami sempat mempertanyakan hal ini karena ada potensi conflict of interest, mengingat unit ini yang dulu pernah memeriksa kami," ujar Rustam. 

Baca Juga: Sia-sia Upaya Denny Indrayana, Mahfud MD Sebut MK Tak Bisa Makzulkan Gibran

Lebih lanjut, Rustam menegaskan fokus Tim Pemburu Ijazah Palsu (TPIP) bukan hanya memperdebatkan dokumen yang dipersoalkan, tetapi juga menelusuri siapa pihak yang menurut mereka diduga membuat dokumen tersebut. 

Dalam keterangannya, Rustam juga menyatakan telah menyerahkan sejumlah nama dan inisial saksi kepada penyidik. Ia pun berharap pihak-pihak tersebut dipanggil secara resmi sehingga perkara yang dipersoalkan dapat memperoleh kejelasan.

"Kami sudah menyerahkan data dan poin-poin penting kepada penyidik. Harapan kami, pihak kepolisian berani memanggil semua saksi kunci yang terlibat agar status hukumnya menjadi terang benderang dan transparan bagi publik," ungkapnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: