Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Prabowo Bilang Pakar 'Goblok', Jokowi Malah Mengundang Pakar ke Rumah Solo

Usai Prabowo Bilang Pakar 'Goblok', Jokowi Malah Mengundang Pakar ke Rumah Solo Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dua gaya kontras ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam berinteraksi dan merespons para pakar. Perbedaan pendekatan ini terekam dalam dua momen terpisah yang terjadi baru-baru ini.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka melontarkan kritik tajam kepada sejumlah pakar yang ia nilai kerap menyebarkan fitnah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall JICC, Senayan, Jakarta, pada Jumat (18/9/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti bahwa kepintaran dan gelar kepakaran tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan kejujuran dan integritas.

"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pinternya, saking pinternya jadi goblok,” tegas Prabowo.

Ia menilai, para pakar yang menyalahgunakan kepandaiannya untuk menyudutkan tanpa fakta justru merendahkan kapasitas intelektual mereka sendiri.

Jokowi Mengundang Pakar Politik ke Rumahnya

Pemandangan berbeda terlihat di Solo, Jawa Tengah. Mantan Presiden Jokowi justru mengundang dan menerima kunjungan pengamat politik Iyyas Subiakto di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara No 1, Sumber.

Meski yang datang adalah seorang pakar politik, pertemuan tertutup tersebut sama sekali tidak menyinggung urusan perpolitikan nasional. Keduanya justru berdiskusi santai mengenai tren ekonomi global, khususnya perkembangan mata uang digital atau kripto (cryptocurrency).

"Silaturahmi saja, ngobrol-ngobrol saja. Saya kalau dengan Pak Jokowi tidak membicarakan politik, yang santai-santai saja. Tadi kami membahas uang digital," ungkap Iyyas usai pertemuan tersebut.

Perbedaan interaksi kedua tokoh ini memperlihatkan fokus yang berbeda. Prabowo, sebagai kepala negara yang tengah menjabat, merespons langsung dinamika opini publik dan kritik yang mengarah pada pemerintahannya.

Sementara itu, Jokowi yang kini menikmati masa purnatugas memilih pendekatan dialogis yang lebih rileks di luar urusan ketatanegaraan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat