Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pernyataan Menohok Rocky Gerung Soal Nasib Gibran: Ini Bisa Jadi Awal dari Akhir Politikus Muda!

Pernyataan Menohok Rocky Gerung Soal Nasib Gibran: Ini Bisa Jadi Awal dari Akhir Politikus Muda! Kredit Foto: Twitter Gibran Rakabuming Raka
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Rocky Gerung membantah anggapan bahwa dirinya kini berada di pihak Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, pandangannya dalam sejumlah isu politik tidak bisa langsung dianggap sebagai bentuk pembelaan terhadap pemerintah.

Rocky justru mengatakan dirinya lebih tepat disebut sebagai juru bicara konstitusi. Pernyataan itu disampaikan saat membahas perkara terkait status Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam program Rakyat Bersuara.

Rocky kemudian menggambarkan kemungkinan yang terjadi apabila Mahkamah Konstitusi (MK) memproses dan mengabulkan gugatan terkait ijazah Gibran. Menurutnya, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi isu politik yang lebih besar.

"Bayangin misalnya Minggu depan MK mulai memproses ijazah palsu Gibran, akan jadi skandal besar tuh," ujar Rocky, Rabu (23/9/2026).

Ia melanjutkan, apabila Gibran sampai kehilangan jabatan, pembahasan politik menurutnya bisa meluas hingga mempertanyakan posisi Presiden Prabowo. "Lalu Gibran jatuh, lalu ada yang bilang jangan Gibran aja, Prabowo juga mesti jatuh. Nggak ada soal," tukasnya.

Menurut Rocky, konsekuensi politik dari situasi tersebut tidak berhenti pada pergantian pejabat. Ia memperkirakan kondisi itu dapat berkembang menjadi krisis politik dan memunculkan pertanyaan mengenai arah pemerintahan setelahnya.

"Kalau Gibran jatuh, terjadi krisis politik diseret semuanya. Itu yang saya bilang this is the beginning of the end," jelasnya.

Namun, Rocky menilai perdebatan yang lebih penting justru mengenai kondisi setelah berakhirnya suatu fase politik. "Tapi bukan itu masalahnya, masalahnya the beginning after the end mau diisi apa? Kapitalisme, feudalisme, negara agama? Saya sodorin itu, mari kita bicarain," tegasnya.

Di tengah pandangannya tersebut, Rocky kembali menanggapi anggapan bahwa dirinya telah berubah menjadi juru bicara Prabowo. Ia mengatakan fokusnya bukan membela figur tertentu, melainkan membahas prinsip konstitusi.

"Tiba-tiba Rocky Gerung (dibilang) Juru Bicara Presiden, gimana caranya orang diajak berpikir kalau mentok di situ? Saya jadi juru bicara Konstitusi," timpalnya.

Baca Juga: Ahli Hukum Bongkar Celah Hukum yang Bisa Copot Gibran dari Posisi Wapres

Rocky bahkan menyebut Presiden sebagai "juru bicara" dirinya dalam konteks gagasan yang sedang dibicarakan. "Bahkan saya bilang Presiden juru bicara saya. Kenapa? Dia ingin mengucapkan prinsip-prinsip yang belum tentu sempurna tentang sosialisme," tandasnya.

Ia kemudian mengaitkan pandangannya dengan perdebatan mengenai kapitalisme dan oligarki. Menurut Rocky, persoalan tersebut semestinya dibahas sebagai perdebatan gagasan, bukan sekadar dikotakkan sebagai dukungan atau penolakan terhadap Presiden.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy