Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

CPNS 2026 Dibuka 4.770 Formasi, Cek Siapa Saja yang Bisa Mendaftar

CPNS 2026 Dibuka 4.770 Formasi, Cek Siapa Saja yang Bisa Mendaftar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menyiapkan 4.770 kebutuhan CPNS melalui jalur sekolah kedinasan pada 2026. Namun, angka tersebut tidak bisa langsung diartikan sebagai pembukaan rekrutmen CPNS umum di seluruh kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

Kementerian PANRB menyebut formasi tersebut dialokasikan untuk sembilan instansi yang menaungi sekolah kedinasan. Jumlah ini meningkat dibandingkan alokasi tahun 2025 yang mencapai 3.257 formasi.

Rinciannya, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mendapat 1.410 formasi, 22 sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan 891 formasi, dan Politeknik Keuangan Negara STAN sebanyak 1.000 formasi.

Selanjutnya, Politeknik Siber dan Sandi Negara mendapat 50 formasi, Politeknik Statistika STIS 564, Politeknik Pengayoman Indonesia 250, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan 375, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 130, serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara 100 formasi.

Dengan demikian, masyarakat yang menunggu pembukaan CPNS pemerintah provinsi, kabupaten, atau kota tidak dapat menggunakan angka 4.770 tersebut sebagai acuan. Formasi itu secara khusus berkaitan dengan penerimaan melalui sekolah kedinasan.

Seleksi sekolah kedinasan 2026 dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), peserta akan menghadapi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Pendaftaran peserta dilakukan melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN. Setelah tahap SKD, peserta yang memenuhi ketentuan akan mengikuti seleksi lanjutan sesuai mekanisme masing-masing sekolah kedinasan.

Sementara itu, CPNS umum memiliki mekanisme berbeda karena berkaitan dengan kebutuhan ASN pada masing-masing instansi pemerintah. Karena itu, pembukaan formasi daerah harus dilihat dari pengumuman resmi yang secara khusus mencantumkan nama instansi dan kebutuhan jabatan.

Calon pelamar juga perlu mencermati informasi mengenai nama jabatan, jumlah formasi, kualifikasi pendidikan, persyaratan, jadwal seleksi, serta kanal pendaftaran. Informasi tersebut menjadi pembeda antara rekrutmen sekolah kedinasan dan pengadaan CPNS umum.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bongkar 9.000 Industri di Bekasi, Kok Cuma 15 yang Buka Lowongan?

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dalam seleksi ASN. Proses pendaftaran dan seleksi harus diikuti melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Jadi, kabar mengenai 4.770 formasi CPNS 2026 memang benar, tetapi konteksnya adalah sekolah kedinasan. Bagi masyarakat yang menunggu CPNS pemerintah daerah, masih perlu menunggu pengumuman resmi yang secara khusus menyatakan formasi dan jadwal rekrutmen instansi daerah tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy