Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pindar Tumbuh 25,88% Jadi Rp105 Triliun, Pengamat Soroti Nasabah Unbankable

Pindar Tumbuh 25,88% Jadi Rp105 Triliun, Pengamat Soroti Nasabah Unbankable Kredit Foto: Unsplash/ ahmad gunnaivi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pinjaman daring atau pindar tumbuh 25,88% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp105,14 triliun per Juni 2026. Pertumbuhan tersebut dinilai turut didorong semakin terbatasnya akses masyarakat unbankable terhadap pembiayaan perbankan.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan masyarakat yang kesulitan memperoleh kredit dari bank akhirnya mencari sumber pembiayaan alternatif, termasuk melalui pindar.

“Saya melihat, ada kenaikan permintaan pinjaman daring akibat pelemahan kondisi ekonomi masyarakat. Masyarakat yang merupakan unbankable, susah mendapatkan pembiayaan dari perbankan. Mereka akhirnya mencari pembiayaan alternatif, salah satunya pinjaman daring. Makanya tidak heran, saat pertumbuhan pembiayaan lembaga perbankan melemah, pertumbuhan pembiayaan pindar masih relatif tinggi,” ujar Nailul kepada Warta Ekonomi, Kamis (24/9/2026).

Menurut Nailul, kondisi tersebut berlangsung ketika akses masyarakat terhadap sumber pembiayaan formal terbatas, sementara kebutuhan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meningkat.

“Masyarakat saat ini bisa dibilang butuh pembiayaan, bukan untuk produktif lagi, bukan untuk beli barang dengan ketahanan tinggi, tapi untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makan. Mereka sudah dalam tahap matang (makan utang) bukan lagi mantab (makan tabungan),” katanya.

Baca Juga: AFPI Ungkap Pindar Kini Jadi Bantalan Ekonomi Rumah Tangga

Baca Juga: OJK Bongkar Kondisi Pindar, 16 Pemain Masih TWP90 di Atas 5 Persen

Baca Juga: Pemain Pindar Susut Jadi 94, OJK Ungkap Biang Keroknya

Ia mengatakan perubahan kemampuan ekonomi rumah tangga membuat pindar menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi masyarakat yang tidak mampu mengakses perbankan.

“Mereka tidak mampu mengakses perbankan, maka mereka akan melalukan peminjaman di pindar. Jadi pembiayaan di pindar saat ini lebih banyak untuk konsumsi,” ujar Nailul.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri