Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menhut Raja Juli Ungkap Hotspot Karhutla Turun di Sejumlah Provinsi, Kalteng dan Kalsel Jadi Perhatian

Menhut Raja Juli Ungkap Hotspot Karhutla Turun di Sejumlah Provinsi, Kalteng dan Kalsel Jadi Perhatian Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan perkembangan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi prioritas masih menjadi perhatian pemerintah. Meskipun tren titik panas di beberapa wilayah menunjukkan penurunan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masih menjadi fokus penanganan.

Raja Juli mengatakan, berdasarkan pemantauan di enam provinsi, tren titik panas secara umum menunjukkan penurunan. Namun, perkembangan di sejumlah wilayah masih fluktuatif, dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menjadi perhatian utama pemerintah.

"Secara umum kalau kita lihat tren hotspot di enam provinsi, itu menunjukkan angka yang terus turun ya," ujar Raja Juli di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Ia mencontohkan kondisi di Riau yang mencatatkan nol titik panas selama tiga hari terakhir. Sementara itu, jumlah titik panas di Jambi mengalami penurunan dari enam menjadi satu titik.

"Riau itu udah tiga hari ini nol, ya. Jambi kemarin ada enam hotspot sekarang tinggal satu," katanya.

Penurunan juga tercatat di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Raja Juli menyebut jumlah titik panas di Sumatera Selatan turun dari 17 menjadi 11, sedangkan Kalimantan Selatan turun dari 68 menjadi 23.

"Sumsel dari 17 jadi 11. Kalsel dari 68 jadi 23," ujarnya.

Baca Juga: BMKG Siapkan Data Ketersediaan Air Gambut dan Perkuat Mitigasi Karhutla

Kendati demikian, Kalimantan Tengah masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan karhutla. Raja Juli menyampaikan jumlah titik panas di wilayah tersebut meningkat dari 643 menjadi 673.

"PR yang terbesar kita di Kalteng masih, dari 643 sekarang 673, jadi naik dia... tinggi sekali," kata Raja Juli.

Selain Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat juga mengalami peningkatan jumlah titik panas. Berdasarkan data yang disampaikan Raja Juli, jumlah titik panas di Kalimantan Barat naik dari 50 menjadi 167.

"Kalau kita bandingkan dengan Riau tadi, Jambi ya. Dua, Kalbar ya, juga dari 50 naik ke 167," tuturnya.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Raja Juli mengatakan dirinya secara rutin turun bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia menyebut baru kembali dari kunjungan lapangan ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan bersama Kepala BNPB.

"Hampir tiap hari saya bersama Bapak Kepala BNPB turun ke lapangan. Ini saya baru pulang dengan Bapak Kepala BNPB juga dari Kalteng dan Kalsel," ujar Raja Juli.

Menurutnya, pemerintah masih memusatkan perhatian pada penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Tapi saya kira konsentrasi utama kita memang masih di Kalteng dan Kalsel," pungkasnya.

Catatan redaksional: Angka titik panas dalam artikel ini disajikan berdasarkan pernyataan Raja Juli Antoni pada 24 September 2026. Perubahan jumlah titik panas perlu dibaca sesuai waktu pengamatan dan sumber pemantauan yang digunakan. Adapun pertanyaan mengenai temuan kayu gelondongan di Solok belum dijawab secara substantif oleh Menteri Kehutanan dalam pernyataan yang tersedia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah

Tag Terkait: