Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Elektabilitas Cuma 2,3%, Jokowi Tetap Pede PSI Lolos Senayan: Yang Penting...

Elektabilitas Cuma 2,3%, Jokowi Tetap Pede PSI Lolos Senayan: Yang Penting... Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Joko Widodo (Jokowi) optimistis terhadap masa depan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2029. Jokowi menyampaikan keyakinan tersebut saat menanggapi wacana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold untuk Pemilu 2029. 

Menurut Jokowi, persoalan utama bukan semata-mata berapa angka ambang batas yang nantinya ditetapkan. Ia menilai kerja keras menjadi hal penting bagi PSI untuk mengejar kursi di Senayan.

"Yang paling penting ya semuanya bekerja keras. Ambang batasnya berapa kan belum diputuskan. Optimis, optimis, optimis," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Prabowo Disebut Tidak Mau Lagi dengan Gibran, Tiga Nama Pengganti Muncul

Soal besaran parliamentary threshold, Jokowi tidak ingin ikut menentukan angka tertentu. Ia menyerahkan keputusan tersebut kepada DPR, fraksi-fraksi yang ada di parlemen, serta pemerintah.

"Serahkan sajalah ke DPR, ke fraksi-fraksi yang ada di DPR, kepada pemerintah. Nanti kan yang memutuskan beliau-beliau," ujarnya.

Bahkan, Jokowi menyatakan tidak mempermasalahkan berapa pun angka yang nantinya disepakati selama keputusan tersebut dianggap sebagai pilihan terbaik bagi negara.

"Saya kira berapapun baik, yang terbaik untuk negara ini. Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke," ucapnya.

Keyakinan Presiden ke-7 RI itu muncul ketika PSI justru masih tercatat sebagai partai nonparlemen dan survei terbaru menempatkan elektabilitasnya masih rendah.

Baca Juga: Terungkap di Sidang: Tambahan 10 Ribu Kuota Haji Khusus adalah Arahan Jokowi

Dalam survei Poltracking Indonesia yang dirilis pada Rabu (23/9/2026), elektabilitas PSI tercatat 2,3 persen.

Dalam simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan 11,6 persen, Partai Golkar 10,4 persen, PKB 6,2 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, Partai NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 14 hingga 20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Pengambilan sampel menjangkau 38 provinsi secara proporsional, menggunakan metode stratified multistage random sampling dan wawancara tatap muka. Margin of error survei tercatat +/-2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri