Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Punya Skuad Mentereng dan Main di Kandang Sendiri, Timnas Indonesia Masih Dihantui Satu Masalah

Punya Skuad Mentereng dan Main di Kandang Sendiri, Timnas Indonesia Masih Dihantui Satu Masalah Kredit Foto: Instagram/timnasindonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Timnas Indonesia datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 dengan modal yang semakin lengkap. Skuad Garuda berstatus tuan rumah Divisi 1 dan memiliki sejumlah pemain yang sudah berpengalaman bermain di kompetisi luar negeri.

Kondisi tersebut membuat ekspektasi terhadap Indonesia ikut meningkat. Namun, ada satu persoalan lama yang belum berubah, yakni penantian untuk mengangkat trofi juara di level senior Asia Tenggara.

Indonesia tercatat sudah enam kali menjadi runner-up Piala AFF, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Dalam seluruh kesempatan tersebut, Skuad Garuda belum pernah menjadi juara pada ajang sepak bola senior Asia Tenggara tersebut.

Kini kesempatan baru datang melalui FIFA ASEAN Cup. Kompetisi ini merupakan turnamen regional yang digelar FIFA dan menjadi edisi perdana setelah kalender sepak bola Asia Tenggara mengalami perubahan format.

FIFA ASEAN Cup 2026 juga memberi keuntungan tersendiri bagi Indonesia karena Skuad Garuda tampil di hadapan pendukung sendiri. Pertandingan Indonesia pada Divisi 1 dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Faktor kandang tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Indonesia. Dukungan langsung suporter diharapkan memberikan energi tambahan ketika skuad asuhan John Herdman menghadapi lawan-lawannya.

Herdman sendiri tidak memasang target yang setengah-setengah. Pelatih asal Inggris tersebut secara terbuka menyebut gelar juara sebagai satu-satunya misi yang ingin diwujudkan bersama Timnas Indonesia.

"Dan, itulah yang selalu saya sampaikan kepada setiap pemain ketika saya menghubungi mereka: misi dimulai. Kita memiliki satu visi menyongsong turnamen ini, yaitu menjuarai FIFA ASEAN Cup."

"Itu misi kita, sekaligus menghormati ambisi organisasi kita yang telah memberi kita kesempatan ini. Ini saatnya," kata Herdman dalam konferensi pers FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Target tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Herdman pada awal kiprahnya bersama Timnas Indonesia. Ia tidak hanya dituntut membangun permainan baru, tetapi juga membawa skuad Garuda menghasilkan prestasi di turnamen yang dimainkan di depan publik sendiri.

Baca Juga: Kevin Diks Buka-bukaan soal Nasihat Jay Idzes Jelang Jadi Kapten Timnas Indonesia

Dari sisi materi pemain, Herdman memiliki sejumlah nama yang sudah tidak asing bagi penggemar sepak bola Indonesia. Elkan Baggott, Justin Hubner, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk menjadi bagian dari skuad yang dipersiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026.

Kehadiran pemain dengan pengalaman kompetisi internasional membuat Indonesia memiliki modal berbeda dibandingkan periode-periode ketika skuad Garuda masih sangat bergantung pada pemain yang berkompetisi di dalam negeri. Namun, nama besar pemain tetap harus diterjemahkan menjadi performa di lapangan.

Tantangan lainnya adalah bagaimana Herdman menyatukan pemain dari berbagai latar belakang kompetisi dalam waktu persiapan yang terbatas. Turnamen ini menjadi salah satu panggung awal bagi pelatih baru tersebut untuk menguji sistem permainan yang ingin diterapkannya.

Sebelum masuk ke FIFA ASEAN Cup, Indonesia juga memiliki pengalaman menghadapi pertandingan internasional dengan level yang lebih beragam. Skuad Garuda sempat menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan meraih kemenangan 2-0 atas Arab Saudi.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sudah memiliki kesempatan berhadapan dengan lawan-lawan kuat di level Asia. Akan tetapi, tantangan di FIFA ASEAN Cup berbeda karena kali ini target yang dibawa bukan sekadar meningkatkan level permainan, melainkan mengejar trofi.

Karena itu, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian yang menarik bagi Timnas Indonesia. Dengan status tuan rumah, dukungan suporter, materi pemain berpengalaman, serta target juara yang disampaikan Herdman, Skuad Garuda kini memiliki kesempatan untuk mengubah penantian panjang terhadap gelar regional menjadi sebuah pencapaian baru.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama