Dukung Program Surya 100 GWp, Kayak Analytics Tawarkan Teknologi AI Agentik untuk Jaringan Listrik RI
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Perusahaan teknologi energi asal Singapura, Kayak Analytics, siap mendukung terwujudnya jaringan listrik yang lebih terpadu dan andal di Indonesia melalui penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) agentik dan analitik data.
Ekspansi teknologi ini sekaligus disiapkan untuk mengawal kelancaran operasional program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt-peak (GWp) yang dicanangkan pemerintah.
Melalui platform analitik terpadunya, Kayak membidik kolaborasi dengan perusahaan ketenagalistrikan dan operator energi nasional untuk menyatukan data aset kelistrikan.
Pemantauan ini mencakup gardu induk, pembangkit surya, angin, tenaga air, hingga sistem penyimpanan energi baterai (BESS).
Inti dari pendekatan ini adalah penggunaan AI agentik, sebuah perangkat lunak cerdas yang mampu menyelidiki anomali operasional secara otomatis, menghimpun bukti teknis, dan menyusun rekomendasi tindakan pemeliharaan.
Para insinyur di lapangan dapat berinteraksi dengan sistem menggunakan bahasa alami untuk menelusuri penyebab peringatan dini, sehingga dapat mengambil keputusan preventif sebelum terjadi gangguan layanan.
CEO Kayak Analytics, Gibert Espinosa, menekankan bahwa ambisi besar transisi energi Indonesia mutlak memerlukan dukungan teknologi yang dirancang adaptif terhadap kebutuhan operasional di lapangan.
"Kami ingin bekerja bersama para insinyur setempat untuk mengubah data operasional menjadi keputusan praktis, memperkuat infrastruktur vital, serta membangun kapabilitas yang dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh tim Indonesia," ujar Gibert dalam keterangannya.
Fokus sistem Kayak dinilai sejalan dengan prioritas nasional dalam memperkuat interkoneksi dan integrasi energi terbarukan.
Terlebih, pasca-peluncuran program PLTS 100 GWp oleh Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2026, urgensi untuk memantau kinerja pembangkit, umur pakai baterai, dan kesehatan transformator menjadi semakin krusial guna menjaga stabilitas pasokan.
Terkait aspek keamanan, Kayak Analytics memastikan penerapannya di Indonesia akan berlandaskan pada prinsip kedaulatan data. Infrastruktur perangkat lunak hanya akan diterapkan pada sistem yang disetujui di dalam negeri, diiringi tata kelola akses yang ketat.
Proses rekayasa bersama, pelatihan, dan transfer pengetahuan akan dilakukan secara bertahap agar kapabilitas analisis energi ini sepenuhnya dapat dikelola secara mandiri oleh sumber daya manusia di Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat