Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rumor Akuisisi Beredar, BCA Ingatkan Publik Jangan Percaya Informasi Sembarangan

Rumor Akuisisi Beredar, BCA Ingatkan Publik Jangan Percaya Informasi Sembarangan Kredit Foto: Instagram @sekretariat.kabinet
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Central Asia Tbk meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi mengenai perseroan yang beredar di media sosial. Imbauan tersebut disampaikan setelah muncul rumor mengenai rencana aksi korporasi BCA yang disebut-sebut melibatkan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

BCA memastikan kabar tersebut tidak benar. Manajemen juga meminta publik menggunakan sumber resmi perusahaan maupun media kredibel untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai perkembangan perseroan.

“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” ucap EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (25/9/2026).

Menurut Hera, informasi mengenai BCA sebaiknya tidak hanya didasarkan pada unggahan yang beredar di platform media sosial. Nasabah maupun masyarakat diminta melakukan pengecekan melalui kanal resmi perusahaan sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi.

“Kami mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel,” kata Hera.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah kabar mengenai dugaan akuisisi saham BCA oleh Haji Isam beredar di Instagram. Salah satu unggahan menyebut pengusaha tersebut dikabarkan akan mengambil kepemilikan di BCA melalui jaringan bisnisnya.

Unggahan yang beredar juga mengaitkan BCA dengan Grup Djarum milik keluarga Hartono. Namun, akun yang menyebarkan informasi tersebut sejak awal menyebut kabar mengenai rencana akuisisi itu sebagai rumor.

Di tengah beredarnya kabar tersebut, BCA kemudian memberikan klarifikasi secara langsung. Bantahan perusahaan menjadi penegasan bahwa informasi mengenai adanya rencana aksi korporasi tertentu tidak berasal dari pengumuman resmi perseroan.

Hera juga menegaskan bahwa BCA tetap menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip kehati-hatian. Perseroan menyatakan operasionalnya tetap mengacu pada prinsip integritas dan regulasi yang berlaku.

“Kami senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Hera.

Sebagai perusahaan terbuka, informasi mengenai aksi korporasi BCA memiliki perhatian besar dari publik dan investor. Karena itu, kabar mengenai perubahan kepemilikan maupun rencana transaksi besar perlu dibedakan antara informasi resmi perusahaan dan spekulasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Isu Haji Isam Akuisisi BCA Makin Panas, Dua Pihak Kompak Membantah

Rumor yang tidak terverifikasi juga berpotensi menimbulkan persepsi berbeda mengenai kondisi perusahaan. Oleh sebab itu, BCA memilih mengarahkan masyarakat untuk menjadikan kanal resmi dan media kredibel sebagai rujukan utama.

Imbauan tersebut juga menunjukkan pentingnya melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi mengenai perusahaan publik. Terlebih, informasi mengenai aksi korporasi dapat berkaitan dengan kepentingan nasabah, investor, maupun pelaku pasar.

BCA tidak memberikan rincian lebih jauh mengenai sumber munculnya rumor tersebut selain menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak benar. Perseroan juga tidak mengonfirmasi adanya pembicaraan atau proses akuisisi seperti yang disebut dalam unggahan tersebut.

Dengan adanya klarifikasi ini, kabar mengenai Haji Isam yang disebut akan mengakuisisi saham BCA tetap berada pada kategori rumor dan tidak memiliki konfirmasi resmi dari perseroan. BCA meminta publik tetap mengacu pada informasi yang telah diverifikasi agar tidak terpengaruh kabar yang belum terbukti kebenarannya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama