Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siapa Penghuni 'Kluster Mewah' di Lapas Cibinong? Ombudsman Masih Bongkar Identitasnya

Siapa Penghuni 'Kluster Mewah' di Lapas Cibinong? Ombudsman Masih Bongkar Identitasnya Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Temuan fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, kini menyisakan satu pertanyaan besar: siapa sebenarnya penghuni bangunan tersebut? Ombudsman RI masih melakukan investigasi untuk mengidentifikasi pihak yang menempati fasilitas yang disebut memiliki standar seperti apartemen itu.

Fasilitas tersebut ditemukan Ombudsman saat melakukan peninjauan ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (23/9/2026). Lokasinya berada di bagian belakang lapas dan terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.

Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menggambarkan kondisi bangunan tersebut berbeda dari fasilitas hunian lapas biasa. Ia menyebut sejumlah ruangan memiliki kelengkapan seperti tempat tinggal dengan berbagai perabot rumah tangga.

“Bagus, bagus sekali. Standar apartemen. Artinya, walaupun kecil-kecil, kelengkapannya semua ada. Kelengkapan alat rumah tangga semua ada,” kata Fikri.

Ombudsman menemukan bangunan yang menyerupai kawasan cluster di dalam lingkungan lapas. Sejumlah fasilitas di dalamnya antara lain sofa, kulkas, televisi, meja makan hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.

Temuan tersebut menjadi sorotan karena fasilitas itu berada di lingkungan lembaga pemasyarakatan yang seharusnya memiliki sistem pengamanan dan pembinaan bagi warga binaan. Ombudsman pun belum langsung menyimpulkan siapa yang berhak atau tidak berhak menggunakan bangunan tersebut sebelum proses pemeriksaan selesai.

Fikri mengatakan pihaknya masih mencari tahu siapa penghuni fasilitas tersebut serta sejak kapan bangunan itu digunakan. Penelusuran tersebut diperlukan untuk mengetahui bagaimana fasilitas dengan kondisi berbeda dari blok hunian umum itu bisa berada di dalam kawasan lapas.

Selain kondisi bangunan, Ombudsman juga menemukan sejumlah fasilitas lain yang menambah perhatian terhadap keberadaan kawasan tersebut. Di lokasi disebut terdapat fasilitas fitness dan pembangunan simulator golf.

Ombudsman juga menyoroti aspek keamanan di sekitar kawasan tersebut. Tim menemukan adanya akses keluar di bagian belakang bangunan yang terhubung dengan area luar lapas dan menjadi salah satu bagian yang ikut diperiksa.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim setelah temuan Ombudsman disampaikan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengecek kondisi di lokasi sekaligus memastikan berbagai informasi yang ditemukan dalam peninjauan tersebut.

“Tim jalan mulai kemarin (Rabu, 23/9/2026) sore. Kemarin sore semuanya dilakukan pengecekan apa yang disampaikan oleh Ombudsman,” kata Mashudi saat dihubungi pada Kamis (24/9).

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR Ahmad Sahroni mendorong agar temuan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan internal. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut lebih jauh apabila pemeriksaan menemukan adanya unsur pidana.

“Kalau ditemukan unsur pidana, segera copot dan usut yang bersangkutan. Semua harus dibuka secara terang. Jangan sampai publik berspekulasi bahwa hukum keras di depan, tapi ternyata lemah di belakang layar,” kata Sahroni dikutip Antara.

Baca Juga: Koruptor Tinggal di 'Apartemen VVIP', Akbar Faizal Tak Bisa Terima Temuan di Lapas Cibinong

Dorongan tersebut membuat identitas penghuni kawasan menjadi semakin penting untuk diketahui. Namun, sampai tahap investigasi tersebut berjalan, belum ada kepastian resmi mengenai siapa saja yang menggunakan bangunan dengan fasilitas berbeda dari blok hunian warga binaan lainnya.

Ombudsman juga perlu menelusuri proses pembangunan fasilitas tersebut, termasuk pihak yang mengetahui keberadaannya dan alasan kawasan itu bisa berada di dalam lingkungan lapas. Pemeriksaan terhadap aspek tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah terdapat persoalan tata kelola atau pelanggaran lain.

Temuan fasilitas mewah ini pada akhirnya bukan hanya menyangkut kondisi sebuah bangunan. Ada pertanyaan yang lebih besar mengenai bagaimana fasilitas tersebut bisa tersedia, siapa yang menggunakannya, serta apakah keberadaannya sesuai dengan aturan pemasyarakatan.

Sampai hasil investigasi resmi disampaikan, identitas penghuni “kluster mewah” di Lapas Cibinong masih menjadi tanda tanya. Pemeriksaan Ombudsman dan Ditjenpas menjadi penentu untuk mengungkap siapa yang menempati fasilitas tersebut sekaligus bagaimana kawasan itu bisa terbentuk di dalam lingkungan lapas.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama