Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Bilang Banyak yang Takut PSI, Adi Prayitno: Parlemen Santai-Santai Saja

Jokowi Bilang Banyak yang Takut PSI, Adi Prayitno: Parlemen Santai-Santai Saja Kredit Foto: PSI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Adi Prayitno menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut banyak pihak mulai merasa ketakutan terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI), meski partai tersebut tergolong masih baru.

Adi menduga pihak yang dimaksud Jokowi adalah partai-partai yang memiliki kursi di parlemen. Namun, menurutnya, kondisi di lapangan tidak menunjukkan adanya kekhawatiran tersebut.

"Apa bener ada yang ketakutan? Siapa tuh. Kalo yang dimaksud ketakutan itu partai parlemen, tapi kayaknya parlemen selow-selow aja," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (27/9).

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan PSI Jokowi menilai PSI kini mulai menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan. Bahkan, menurutnya, sejumlah pihak disebut mulai merasa khawatir terhadap perkembangan partai yang dipimpinnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Sabtu (26/9/2026).

Meski berstatus sebagai partai yang relatif baru, Jokowi meyakini PSI memiliki peluang besar untuk berkembang dalam percaturan politik nasional.

"Karena meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan," kata Jokowi.

Dalam arahannya, Presiden ke-7 RI itu menegaskan bahwa keberhasilan membangun struktur organisasi tidak cukup jika tidak diikuti aktivitas nyata di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi PSI Kota Bandung yang telah menuntaskan pembentukan struktur hingga tingkat bawah.

Baca Juga: Baru Akui Jadi Kader PSI Setelah Setahun, Jokowi Malah Disentil Soal Survei 2,3 Persen

Menurut Jokowi, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh struktur yang telah terbentuk benar-benar bergerak dan bekerja.

"Yang paling penting struktur itu harus hidup, struktur itu harus bekerja. Percuma strukturnya selesai tapi tidak bekerja dan tidak ada dinamika di bawah. Struktur itu harus hidup dan bekerja," ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya