Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dividen Coca-Cola Jadi Mesin Uang Berkshire Hathaway, Cuan Capai US$848 Juta

Dividen Coca-Cola Jadi Mesin Uang Berkshire Hathaway, Cuan Capai US$848 Juta Kredit Foto: Reuters/Lucy Nicholson
Warta Ekonomi, Jakarta -

Berkshire Hathaway terus menikmati aliran dividen dari kepemilikannya di The Coca-Cola Company. Perusahaan yang sebelumnya dipimpin oleh Warren Buffett itu mengantongi sekitar US$212 juta setiap kuartal dari 400 juta saham Coca-Cola yang dimilikinya, setara dengan US$848 juta dalam setahun berdasarkan dividen US$0,53 per saham.

Melansir dari lama Yahoo Finance, Buffett membeli saham Coca-Cola untuk Berkshire Hathaway pada 1988. Kini, posisi tersebut malah menjadi ladang investasi terbesar Berkshire Hathaway dengan porsi sekitar 9,3% dari investasi perusahaan pada akhir kuartal II.

Selain mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham, Berkshire Hathaway juga mendapatkan pendapatan rutin melalui pembagian dividen Coca-Cola. Karena memiliki 400 juta unit saham, jika diakumulasikan dengan pembayaran US$0,53 per saham akan menghasilkan US$212 juta bagi Berkshire Hathaway dalam satu kuartal.

Maka, dalam satu tahun nilai tersebut mencapai US$848 juta hanya dari satu kepemilikan saham. Besarnya aliran kas tersebut berasal dari kebijakan Coca-Cola yang secara konsisten meningkatkan pembayaran dividen.

Baca Juga: Emiten Distributor Coca-Cola (GRPM) Perpanjang Kesepakatan Akuisisi hingga Akhir 2026

Di masa depan, Berkshire Hathaway dapat mengumpulkan lebih dari $1 miliar setiap tahun dari dividen Coca-Cola. Setiap kenaikan satu sen bernilai $40 juta lebih dalam pembayaran triwulanan dan $160 juta per tahun, berdasarkan 400 juta saham yang dimiliki.

Di tengah perubahan kepemimpinan Berkshire Hathaway setelah Buffett meninggalkan posisi CEO dan ketua dalam 12 bulan terakhir, investasi Coca-Cola tetap menjadi bagian penting dari portofolio. 

Pengganti Buffett, Greg Abel, juga menyebut saham Coca-Cola sebagai salah satu aset inti Berkshire Hathaway pada awal masa jabatannya sebagai CEO.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman