Kredit Foto: Golkar
Keputusan Mantan Presiden Jokowi akhrinya memutuskan untuk berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat tanggapan dari Partai Golkar.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menilai manuver tersebut sebagai hal yang lumrah dan merupakan bagian dari hak politik Jokowi.
"Ya enggak apa-apa. Itu hak politik Pak Jokowi," ujar Sarmuji menanggapi status baru mantan Kepala Negara tersebut.
Menurut Sarmuji, pilihan politik Jokowi untuk bergabung dengan PSI bukanlah sebuah kejutan. Ia menilai langkah tersebut sangat mudah diperkirakan, mengingat hubungan keluarga.
Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, saat ini menduduki posisi sebagai Ketua Umum di partai berlambang mawar tersebut.
"Lagian anak beliau kan Ketua Partai PSI. Jadi itu sesuatu yang mudah diperkirakan," tambahnya.
Di sisi lain, fakta baru mengenai keanggotaan Jokowi di PSI turut terungkap. Meski baru resmi mengumumkannya di Bandung dan memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) secara terang-terangan di Kabupaten Bekasi pada akhir pekan ini, Jokowi ternyata telah resmi berstatus sebagai kader PSI sejak Oktober 2025.
Dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kabupaten Bekasi, Jokowi merespons rasa penasaran publik mengenai keputusannya yang sengaja merahasiakan KTA tersebut selama hampir setahun. Dengan gaya santainya, ia menyebut bahwa hal ini murni karena persoalan momentum politik.
"Banyak yang bertanya, kok baru ditunjukkan sekarang? Ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya. Bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini, karena momentumnya memang sekarang," tegas Jokowi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat