Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sindiran Telak dari PDIP: Disuruh Tunjukkan Ijazah, Malah Pamernya KTA

Sindiran Telak dari PDIP: Disuruh Tunjukkan Ijazah, Malah Pamernya KTA Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jubir Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Guntur Romli merespons tajam langkah Mantan Presiden Jokowi yang akhirnya memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Guntur melontarkan sindiran keras terkait aksi pamer KTA tersebut. Ia secara sarkastis mempertanyakan kepanjangan dari partai baru yang menaungi Jokowi itu.

"KTA PSI itu apa ya? Partai Sengketa Ijazah?" ujar pria yang akrab disapa Gunrom tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (27/9).

Manuver mantan kader PDIP tersebut dinilai mengalihkan substansi isu publik yang tengah berkembang. Jokowi seharusnya memprioritaskan klarifikasi terkait isu riwayat pendidikannya guna menghentikan spekulasi dan kegaduhan di tengah masyarakat, bukan justru memamerkan keanggotaan partai politik.

"Diminta menunjukkan ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah menunjukkan KTA. Sebaiknya Jokowi diminta menunjukkan ijazah S1 UGM-nya, dan Gibran menunjukkan ijazah SMA-nya," tegasnya.

Sebelumnya, Jokowi mengumumkan secara resmi status keanggotaannya di PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (26/9).

Dalam forum tersebut, hingga acara di Kabupaten Bekasi pada akhir pekan yang sama, Jokowi secara terang-terangan memamerkan KTA PSI miliknya ke hadapan publik.

Meski baru diumumkan secara terbuka saat ini, Jokowi mengaku sebenarnya telah resmi terdaftar sebagai kader partai berlambang mawar tersebut sejak 14 Oktober 2025.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat