Beasiswa Pelatihan Guru STEM dan AI Dibuka 22-30 September 2026, Ini Syaratnya
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen kembali membuka pendaftaran beasiswa pelatihan guru melalui Program Pelatihan Teknis Non-Gelar.
Pendaftaran beasiswa GTK-LPDP tersebut dibuka pada 22-30 September 2026. Program ini ditujukan bagi guru SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.
Guru yang terpilih akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dari Flinders University, Australia. Pelatihan tersedia untuk dua bidang, yakni sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) serta kecerdasan artifisial (AI).
Syarat Pendaftaran
Calon peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia maksimal 55 tahun pada tahun pendaftaran. Peserta juga wajib memiliki pengalaman mengajar minimal dua tahun berturut-turut di wilayah NKRI.
Untuk bidang AI, pendaftaran terbuka bagi guru jenjang SMA, SMK, dan/atau SLB. Sedangkan bidang STEM ditujukan bagi guru SMA, SMK, dan SLB yang mengampu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, IPA, atau rumpun Informatika/Komputer.
Peserta juga harus mampu mengoperasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran.
Persyaratan kemampuan bahasa Inggris yang ditetapkan mencakup TOEFL ITP minimal 450, Duolingo minimal 75, IELTS minimal 5.0, TOEIC 440, EnglishScore 290, atau Versant Test 47.
Persyaratan bahasa Inggris tersebut dikecualikan bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri kurang dari dua tahun.
Dokumen Pendaftaran
Sejumlah dokumen harus disiapkan calon peserta dalam proses pendaftaran. Dokumen tersebut meliputi formulir pendaftaran daring, hasil scan KTP, serta SK pengangkatan sebagai guru ASN atau guru tetap yayasan.
Peserta juga harus memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) atau terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dokumen lainnya adalah hasil scan ijazah dan transkrip S1 atau D4 yang telah dilegalisasi, dengan IPK minimal 3,00. Peserta juga harus melampirkan sertifikat bahasa Inggris dan surat pernyataan kesanggupan yang dibubuhi e-meterai Rp10.000.
Selain itu, diperlukan surat rekomendasi atau izin dari atasan, esai atau personal statement, serta surat keterangan sehat.
Esai atau personal statement harus memuat motivasi mengikuti program, urgensi pemahaman topik dalam pembelajaran, inovasi yang pernah dilakukan, serta rencana tindak lanjut (RTL) setelah pelatihan.
Tahapan Seleksi
Seleksi peserta dilakukan melalui sejumlah tahapan. Prosesnya dimulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, pengumuman hasil seleksi, dan seleksi substansi melalui wawancara dalam bahasa Inggris.
Dalam tahap wawancara, aspek yang dinilai meliputi komunikasi verbal, pemahaman substansi, dan kelayakan peserta.
Setelah itu, proses dilanjutkan dengan penetapan penerima beasiswa, pelatihan, pemantauan dan evaluasi, serta pelaksanaan rencana tindak lanjut.
Jadwal Pelatihan STEM
Untuk bidang STEM, pendaftaran berlangsung pada 22-30 September 2026. Seleksi administrasi dijadwalkan pada minggu pertama Oktober 2026, sedangkan seleksi wawancara berlangsung pada 5-7 Oktober 2026.
Pra-pelatihan dijadwalkan pada minggu ketiga November 2026. Pelatihan berlangsung pada minggu keempat November 2026 secara daring.
Tahap pascapelatihan dijadwalkan pada minggu pertama Desember 2026.
Baca Juga: Siapkan Dana Ratusan Miliar, Pemprov DKI Mau Kasih Beasiswa Kuliah S2 dan S3 di Luar Negeri
Jadwal Pelatihan AI
Sementara untuk bidang AI, pendaftaran juga berlangsung pada 22-30 September 2026. Seleksi administrasi dilaksanakan hingga minggu pertama Oktober 2026 dan seleksi wawancara berlangsung pada 5-7 Oktober 2026.
Pra-pelatihan dijadwalkan pada minggu pertama November 2026. Selanjutnya, pelatihan dilaksanakan secara daring pada minggu kedua November 2026.
Tahap pascapelatihan untuk bidang AI dijadwalkan pada minggu ketiga November 2026.
Pendaftaran beasiswa GTK-LPDP untuk pelatihan guru bidang STEM dan AI dilakukan melalui https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: