Donald Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Iran! Selat Hormuz Makin Memanas, Teheran Masih Gigit Jari?
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran masih menunggu jawaban resmi Amerika Serikat terkait proposal pembukaan kembali Selat Hormuz.
Proposal tersebut disampaikan Iran melalui Qatar di tengah perundingan yang berlangsung di sela Sidang Umum PBB di New York. Araghchi menyebut keputusan selanjutnya berada di tangan pemerintah AS.
“Pilihan sekarang ada di tangan Amerika Serikat,” kata Araghchi kepada wartawan di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam proposal tersebut, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Namun, Teheran meminta sejumlah langkah dari Washington sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Iran meminta AS mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, mencabut sanksi minyak, serta melepaskan aset Iran yang dibekukan senilai 12 miliar dolar AS.
Selain itu, Iran meminta penghentian seluruh permusuhan, termasuk di Lebanon. Setelah sejumlah persyaratan tersebut dipenuhi, pembukaan kembali Selat Hormuz dapat dilakukan dan pembicaraan mengenai kesepakatan akhir antara Iran dan AS dimulai.
Araghchi menjelaskan, AS diperkirakan membutuhkan waktu empat atau lima hari untuk memenuhi langkah-langkah yang diminta. Selat Hormuz kemudian dapat dibuka kembali pada hari keenam, sedangkan negosiasi lanjutan dimulai pada hari ketujuh.
Namun, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menolak proposal tersebut. Trump menyatakan AS telah memenangkan pertarungan dan menilai Iran ingin membuka Selat Hormuz karena berada dalam posisi kalah.
“Saya menolak kesepakatan mereka. Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka Selat Hormuz karena mereka kalah telak,” kata Trump.
Meski mendapat penolakan Trump, Araghchi mengatakan Iran tidak akan mengambil keputusan hanya berdasarkan komentar presiden AS kepada wartawan. Teheran masih menunggu jawaban resmi melalui mediator untuk mengetahui sikap Washington secara pasti.
Araghchi juga menegaskan Iran tetap membuka jalur diplomasi, tetapi membutuhkan jaminan agar tidak kembali diserang AS sebelum pembicaraan berikutnya dimulai. Menurutnya, Iran tidak menerima tekanan maupun ancaman dalam proses perundingan tersebut.
“Jika ada keseriusan dari pihak AS untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, semuanya kini sudah dipersiapkan,” ujar Araghchi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: