Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Analisis Pengamat: Taktik 'Sen Kanan' Jokowi Masuk PSI, Benteng Kokoh Lindungi Keluarga Solo?

Analisis Pengamat: Taktik 'Sen Kanan' Jokowi Masuk PSI, Benteng Kokoh Lindungi Keluarga Solo? Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukanlah langkah politik biasa.

Agung menyoroti momen ketika Jokowi memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI miliknya dalam Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, langkah tersebut sengaja dilakukan untuk menjaga faktor kejutan sehingga manuver politik Jokowi dan PSI tetap menjadi perhatian publik sekaligus memancing rasa penasaran banyak pihak.

Baca Juga: Terungkap! Respons Langsung Jokowi Saat Pertama Kali Lihat Unggahan Dokter Tifa Soal Ijazah

"Mungkin itu untuk menjaga war factornya. Supaya element of surprise dalam berpolitiknya Pak Jokowi dan PSI terus menjadi perhatian dan membuat orang banyak penasaran," kata Agung dalam tayangan YouTube Kompas TV, dikutip Senin (28/9).

Agung mengatakan, Jokowi memiliki rekam jejak sebagai komunikator politik yang kerap menyampaikan pesan dengan makna yang tidak langsung.

Agung menilai Jokowi selama ini dikenal sebagai komunikator politik yang kerap menyampaikan pesan secara tidak langsung. Namun, setelah tak lagi menjabat sebagai presiden, pola komunikasi politik Jokowi dinilai mulai mengalami perubahan.

Ia melihat pernyataan-pernyataan Jokowi belakangan semakin mencerminkan maksud yang sebenarnya dibandingkan sebelumnya.

Menurut Agung, hal itu terlihat dari keputusan Jokowi yang akhirnya mengakui telah menjadi anggota PSI. Sebelumnya, publik masih menafsirkan berbagai sinyal politik yang disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Ternyata beneran sen kanan. Beneran belok kanan. Ini yang sekarang sedang diraba-raba oleh publik," ujarnya.

Meski demikian, Agung menilai masyarakat masih berusaha memahami apakah setiap pesan politik yang disampaikan Jokowi saat ini bersifat lugas atau tetap mengandung makna simbolis seperti yang selama ini terjadi.

Di sisi lain, ia menyoroti berbagai tekanan politik yang masih menghampiri Jokowi, mulai dari polemik ijazah hingga isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Saya kira serangan-serangan ini juga bagian dari dalam tanda petik psywar politik selain kepada partai-partai parlemen tadi bahwa beliau punya benteng yang kokoh namanya PSI," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Pengurus Partai, Bro Ron Ungkap Posisi Mengejutkan Jokowi di PSI Saat Ini

Agung menilai bergabungnya Jokowi ke PSI menandai perubahan penting dalam basis dukungannya.

"Bukan hanya sekadar relawan lagi, tapi ini sudah menginstitusi secara elektoral lewat sebuah partai yang punya napas bisa memastikan kekuatan Jokowi effect itu tetap berefek kemudian keluarga Solo bisa terlindungi sekaligus seperti itu," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya