Kredit Foto: Istimewa
Relasi Presiden dan Wakil Presiden menjadi salah satu bagian penting dalam efektivitas pemerintahan. Mantan Gubernur Lemhannas sekaligus pengamat politik, Andi Widjajanto, menyoroti pola hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Mahfud MD Official, Andi menilai proses yang ia sebut sebagai "magang politik" antara Presiden dan Wakil Presiden saat ini belum berjalan sebagaimana mestinya.
"Semacam proses magang Pak Prabowo ke Gibran ini kelihatannya enggak jalan," ungkap Andi.
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan pola yang berlangsung pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ketika didampingi Jusuf Kalla maupun Ma'ruf Amin. Saat itu, menurut Andi, Wakil Presiden mendapatkan porsi penugasan khusus untuk menangani sejumlah persoalan strategis.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD turut menceritakan pengalaman ketika berada dalam pemerintahan Joko Widodo. Menurut Mahfud, koordinasi lintas sektoral untuk sejumlah persoalan melibatkan Wakil Presiden.
"Kami harus ke Pak Ma'ruf Amin untuk membahas Papua. Dulu saya harus ke Pak Ma'ruf Amin untuk membahas stunting," jelas Mahfud.
Mahfud mengatakan, pembahasan sejumlah persoalan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Wakil Presiden dan institusi terkait.
Andi kemudian menilai minimnya penugasan khusus dan pola koordinasi yang terlihat di ruang publik dapat menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintahan. Ia mengaitkannya dengan sejumlah tantangan yang tengah dihadapi pemerintah, termasuk ruang fiskal, nilai tukar rupiah, serta isu hukum yang berkaitan dengan pencalonan Gibran setelah putusan Mahkamah Konstitusi.
Baca Juga: Patah, Gibran Ternyata Disiapkan jadi Cagub Jateng Sebelum Ditarik Prabowo jadi Cawapres
"Wakil Presiden terlihat tidak diberikan penugasan-penugasan khusus. Lalu kemudian, proses koordinasi yang mestinya bisa dilakukan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi juga tidak tampak, minimal di ranah publik," tambah Andi.
Menurut uraian Andi, kondisi tersebut juga berkaitan dengan ruang yang diberikan kepada Gibran untuk menjalankan peran sebagai Wakil Presiden. Tidak adanya penugasan yang terlihat dalam isu-isu strategis disebut dapat memengaruhi proses pembentukan pengalaman politik Wakil Presiden.
Dinamika tersebut kemudian dikaitkan dengan arah politik menuju 2029. Andi menilai terbatasnya ruang bagi Wakil Presiden untuk menangani isu strategis dapat menjadi persoalan bagi efektivitas pemerintahan saat ini sekaligus menjadi tantangan dalam perjalanan politik berikutnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: