Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Pamer KTA PSI, Sentilan Menohok Politikus PDIP: Yang Diminta Disembunyikan, Malah Dipamerkan

Jokowi Pamer KTA PSI, Sentilan Menohok Politikus PDIP: Yang Diminta Disembunyikan, Malah Dipamerkan Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus PDI Perjuangan Guntur Romli kembali menyoroti Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di tengah polemik mengenai ijazah dan keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sorotan tersebut muncul setelah Jokowi menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat menghadiri kegiatan partai di Bandung. Guntur kemudian membandingkan langkah tersebut dengan sikap Jokowi ketika persoalan ijazahnya masih dipertanyakan.

“Merasa Terhina Diminta Nunjukin Ijazah, tapi Merasa Heboh dan Keren Saat Nunjukin KTA, Siapa Dia?” ujar Guntur melalui akun X pribadinya, Senin (28/9/2026).

Guntur menilai terdapat perbedaan respons Jokowi terhadap dua dokumen tersebut. Menurutnya, ijazah menjadi dokumen yang dipersoalkan, sementara KTA PSI justru diperlihatkan kepada publik meski tidak sedang menjadi objek permintaan.

“Ijazah ditanya, jawabnya ‘saya dihina, saya akan lawan’. KTA tidak ditanya, dipamerin ‘lihat nih, keren kan?’ pdhal KTA setahun lalu, dipamerin seolah baru baru,” ucapnya.

Ia kemudian mempertanyakan alasan Jokowi menunjukkan KTA PSI di tengah polemik mengenai dokumen pendidikannya. Guntur menilai situasi tersebut justru membuat publik kembali memperhatikan perbedaan sikap yang ia soroti.

“Rakyat cuma bisa geleng-geleng kepala. Yg diminta disembunyikan, yg tidak diminta dipamerkan,” ungkap Guntur.

Baca Juga: Diserang soal Ijazah, Gibran Disarankan Teladani Eks Menterinya Jokowi

Sebelumnya, Jokowi memang menunjukkan KTA PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah PSI Kota Bandung pada Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyebut dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.

Guntur kemudian mengakhiri kritiknya dengan kembali menyindir Jokowi terkait polemik ijazah. Ia menyebut KTA PSI secara satir sebagai sesuatu yang mungkin ditunjukkan ketika persoalan ijazah kembali dipertanyakan.

“Mungkin besok-besok, kalau ditanya ijazah, cukup tunjukkan KTA saja. Tapi buat yg dungu saja,” pungkas Guntur.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy