Sering Checkout Pakai Paylater? Cicilan Kecil Diam-Diam Bisa Jadi Gunungan Utang
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Skema Buy Now Pay Later (BNPL) kini semakin mudah untuk diakses masyarakat. Alhasil, kebiasaan self-reward dan kebutuhan pokok harian berubah menjadi utang konsumtif bahkan beban yang membuat seluruh cicilan menumpuk.
Direktur Eksekutif INDEF Esther Dwi Astuti mengatakan nilai transaksi yang relatif rendah dapat membuat beban cicilan terasa ringan pada awalnya, tetapi akumulasi kewajiban dapat menjadi lebih besar.
“Sedangkan Kemudahan klik paylater mengubah hadiah kecil (reward kecil) bagi diri sendiri berpotensi menjadi kredit macet konsumtif,” kata Esther kepada Warta Ekonomi, Senin (28/9/2026).
Dia menilai, fenomena itu menjadi lebih berisiko saat transaksi dilakukan berulang. Secara tidak sadar, pengeluaran kecil tidak lagi berdiri sebagai pengeluaran satu kali, tetapi berubah menjadi kewajiban yang harus dibayar secara berkala.
“Fenomena lipstick effect yang digabungkan dengan kemudahan layanan paylater mengubah pembelian barang kecil bernilai rendah menjadi akumulasi utang konsumtif yang membebani keuangan pribadi,” ujarnya.
Bahkan, pola tersebut bisa menjadi lebih berat saat tagihan beranak-pinak dari beberapa aplikasi sekaligus. Alhasil, konsumen harus mengelola pembayaran kewajiban dengan jangka waktu yang berdekatan, meskipun asing-masing transaksi awalnya memiliki nilai yang relatif kecil.
“Transaksi kecil berulang tidak terasa besar saat dicicil. Tagihan menumpuk dari berbagai aplikasi sekaligus,” kata Esther.
Efek domino akhirnya muncul akibat hal tersebut yang mana saat konsumen tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran. Tanpa disadari, hal tersebut bisa berpengaruh terhadap catatan kredit pengguna.
“Dan jika terjadi gagal bayar akan Gagal bayar cicilan kecil memengaruhi BI Checking/SLIK,” ujarnya.
Maka dari itu, penggunaan paylater wajib dilihat dari total kewajiban yang dimiliki, bukan hanya nilai satu transaksi.
Berdasarkan data OJK, nilai NPF gross naik per Juli 2026 menjadi 3,03 dari 2,52 pada periode yang sama tahiun sebelumnya.
Dari sisi pembiayaan, BNPL mencatatkan pertumbuhan sebesar 54,65% secara tahunan (yoy) menjadi Rp13,62 triliun.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: