Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PDIP Mengaku Juga Ditipu Urusan Ijazah Jokowi

PDIP Mengaku Juga Ditipu Urusan Ijazah Jokowi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi sempat melontarkan pernyataan agar Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri muncul dan memberikan statement terkait polemik ijazah Joko Widodo (Jokowi), yang juga mantan kader PDIP.

Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman keras dari Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus. Ia menilai permintaan agar Megawati ikut campur dalam polemik tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal.

"Aneh ini para pemuja Jokodok, kenapa tanya PDI Perjuangan dan Ibu Megawati soal kasus ijazah? Memangnya PDI Perjuangan dan Ibu Mega ada kewenangan dan urusan dengan ijazah itu orang?" ujar Deddy dalam keterangannya.

Menanggapi polemik yang terus bergulir, Deddy Yevri Sitorus membeberkan bahwa masalah ijazah Jokowi, secara regulasi dan aturan hukum, pemeriksaan keaslian dokumen merupakan tugas instansi berwenang seperti UGM, KPU, Polri, serta Bawaslu.

"Ini bukan ranah partai politik," jelasnya.

Selain itu, Sikap dari Ketua Umum PDIP Megawati sudah jelas dari awal, Jokowi cukup menunjukkan dokumen asli ke publik untuk menyelesaikan perkara.

"Ibu Mega sudah pernah menyampaikan sikap, tunjukkan saja yg asli ke publik, habis perkara!," jelasnya.

Deddy menjelaskan secara organisasi, PDIP telah menyerahkan salinan dokumen ijazah yang dimintakan kepada publik sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik," pungkasnya,

Lebih lanjut, Deddy menuding bahwa upaya pihak-pihak tertentu yang terus-menerus menarik PDIP ke dalam pusaran polemik ijazah palsu adalah sebuah bentuk kejahatan politik.

Menurutnya, narasi tersebut sengaja dibangun untuk meraup simpati publik sekaligus menutupi akal sehat para pendukungnya. Ia bahkan menegaskan bahwa jika terbukti ada pemalsuan, PDIP justru merupakan pihak korban yang ikut tertipu.

"Upaya untuk terus-menerus menarik PDI Perjuangan ke dalam pusaran kasus ijazah palsu Jokowi adalah kejahatan politik dan upaya membuat dia mendapat simpati publik dan menutup akal sehat para pemujanya. Padahal sejatinya jika pun benar bahwa ijazah itu palsu, maka sangat jelas bahwa PDI Perjuangan adalah juga korban karena ditipu!" tegasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat