Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hanum Rais Sentil Rumitnya Penyetaraan Ijazah Luar Negeri untuk Rakyat, Tapi untuk Fufufafa Sekedip Mata Langsung Beres

Hanum Rais Sentil Rumitnya Penyetaraan Ijazah Luar Negeri untuk Rakyat, Tapi untuk Fufufafa Sekedip Mata Langsung Beres Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus Partai Ummat sekaligus putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, melontarkan kritik tajam terkait kontrasnya proses birokrasi penyetaraan ijazah luar negeri di Indonesia.

Ia membandingkan perjuangan panjang rakyat jelata dengan kemudahan instan yang diduga didapatkan oleh anak pejabat.

Kritik tersebut disampaikan Hanum melalui akun media sosialnya, merespons utas yang dibagikan oleh pegiat media sosial Ardi Satriawan mengenai prosedur resmi penyetaraan ijazah.

Dalam unggahannya, Hanum menyoroti betapa rumit dan melelahkannya prosedur yang harus dilalui oleh anak-anak bangsa lulusan luar negeri untuk membuktikan keabsahan gelar akademiknya.

"Betapa riweuh dan rumitnya persyaratan yang harus ditempuh anak-anak bangsa untuk menjelaskan bagaimana kehormatannya diperoleh dengan keringat dan tangis air mata keluarganya bertahun-tahun," ujar Hanum, dikutip dari cuitannya.

Kontras Syarat Rakyat vs Fasilitas Instan

Sebelumnya, Ardi Satriawan merinci deretan dokumen ketat yang wajib dipenuhi masyarakat umum untuk mendapatkan surat keterangan penyetaraan ijazah luar negeri dari kementerian terkait.

Berdasarkan daftar tersebut, persyaratan umum meliputi ijazah dan transkrip asli, Letter of Acceptance (LoA), terjemahan resmi, seluruh scan paspor dan visa pelajar, hingga dokumen kurikulum dan silabus.

Sementara untuk persyaratan khusus jenjang pendidikan tinggi, pemohon wajib melampirkan karya ilmiah mulai dari skripsi, tesis, disertasi, hingga artikel jurnal internasional atau surat keterangan khusus akreditasi kampus.

Sebaliknya, Hanum menyindir fasilitas instan yang diduga didapat oleh kalangan tertentu. Dengan nada satire, ia membandingkannya dengan proses bagi figur publik atau anak pejabat.

"Lalu sekonyong-konyong ada oknum anak pejabat yang hanya angkat telepon dan menyuruh: 'Bikinin aku surat keterangan setara!' Sekedip mata terwujudlah keinginannya," sentilnya.

Dalam penutup opininya, Hanum juga menyinggung kembali polemik lama yang kerap diasosiasikan dengan akun anonim kontroversial, seraya mempertanyakan transparansi dan keadilan moral dalam proses birokrasi pemerintahan saat ini.

"Dusta dan khianat apa yang ditanam oleh brutus bernama asli Fufufafa ini? Jahaaaaaadddd"," jelasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat