PTK Perkuat Logistik Maritim Biodiesel, Layani Ribuan Kunjungan Kapal sejak 2019
Kredit Foto: PTK
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat peran logistik maritim dalam mendukung distribusi biodiesel di Indonesia. Hingga 2026 year-to-date, operasi Floating Storage dan Ship-to-Ship (STS) yang dikelola PTK sejak 2019 telah mencatat sekitar 1.192 kunjungan kapal pemasok dan 3.829 kunjungan kapal pengangkut.
Peran tersebut disampaikan dalam 6th Palm Biodiesel Conference 2026 di Bali pada 17–18 September 2026. Dalam konferensi tersebut, PMSol hadir bersama PTK Group melalui booth dan berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan industri biodiesel nasional.
Dalam rangkaian konferensi, Albertus An, pembicara dari PTK, membawakan materi “Supporting Maritime Logistics for Biodiesel Distribution Across Indonesia: The Role of Integrated Marine Operations in Connecting Supply Across an Archipelagic Nation.”
Albertus mengatakan konektivitas maritim menjadi penting untuk memastikan biodiesel yang telah tersedia dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, mengingat karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Ketika produk sudah tersedia, pertanyaan penting berikutnya adalah bagaimana memastikan produk tersebut dapat sampai ke wilayah yang membutuhkannya, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia. Di sinilah logistik maritim menjadi sangat penting,” ujar Albertus.
Menurut dia, distribusi energi membutuhkan konektivitas antara kapal, terminal, depot, dan berbagai titik penerima di seluruh Indonesia. PTK sebagai bagian dari ekosistem Integrated Marine Logistics Pertamina Group menjalankan berbagai aktivitas marine dan port operations untuk mendukung konektivitas tersebut.
Aktivitas itu mencakup pilotage, bantuan tugboat, mooring and unmooring, hingga koordinasi dengan fasilitas pelabuhan. Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga konektivitas maritim agar berjalan aman dan efisien.
PTK telah terlibat dalam aspek maritim program biodiesel sejak implementasi awal B2.5 pada 2008. Perannya kemudian berkembang pada 2019 melalui pengelolaan FAME Floating Storage dan operasi STS di Balikpapan.
Operasi tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan distribusi biodiesel dan persiapan menuju implementasi B30.
Pada periode 2019 hingga 2026 year-to-date, aktivitas tersebut mencatat sekitar 5.021 kunjungan kapal, yang terdiri dari 1.192 kunjungan kapal pemasok dan 3.829 kunjungan kapal pengangkut.
Dalam skema tersebut, PTK mengelola Floating Storage dan operasi STS yang didukung koordinasi maritim, bantuan tugboat, penempatan kapal, mooring, transfer kargo, pemantauan, serta aspek health, safety, security, and environment(HSSE).
Albertus menilai kelancaran distribusi biodiesel tidak dapat hanya bergantung pada satu perusahaan. Ekosistem tersebut membutuhkan koordinasi antara produsen, operator maritim, perusahaan downstream, terminal, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami memahami bahwa tidak ada satu perusahaan yang dapat mengelola seluruh ekosistem biodiesel sendirian. Dibutuhkan kerja sama antara produsen, operator maritim, perusahaan downstream, terminal, regulator, dan berbagai stakeholder lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: ESDM Catat Distribusi Biodiesel 10,69 Juta KL, B50 Capai 3,4 Juta KL
Baca Juga: Denda Pelanggaran Penyaluran Biodiesel Dihapus, ESDM Andalkan Sanksi Administratif
Partisipasi PMSol bersama PTK Group dalam konferensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan pelaku industri sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan ekosistem biodiesel nasional.
PTK juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan anggota Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan pemangku kepentingan lainnya dalam memahami kebutuhan industri serta mengeksplorasi solusi maritim yang sesuai dengan perkembangan distribusi biodiesel.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan biodiesel Indonesia dapat terus bergerak dengan aman, andal, dan berkelanjutan,” tutup Albertus.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: