FESyar 2026 jadi Momentum Gerakkan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah
Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim mengungkapkan, bahwa ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa Tahun 2026 yang berlangsung selam dua hari di Surabaya akan menjadi momentum untuk menghubung kan pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, pemerintah , regulator, dan pesantren dalam kerja sama yang berkelanjutan.
“FESyar Jawa 2026 boleh berakhir hari ini, tetapi semangat kolaborasi dan langkah pengembangan ekonomi syariah harus terus berlanjut,” ungkap Ibrahim saat penutupan FESyar 2026 di Surabaya kemarin malam.
Ibrahim berharap, pelaksanaan FESyar tidak berhenti pada rangkaian kegiatan selama festival, tetapi mampu meninggalkan dampak berkelanjutan bagi pelaku usaha dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah.
“Capaian ini merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Semoga setelah acara ini ada jejak bagi UMKM syariah dan ekosistem yang berkelanjutan. Bersama kita bangun ketahanan dan kebangkitan serta kemajuan ekonomi syariah demi bangsa dan negara,” kata Ibrahim.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak terus mendorong dan memperluas pasar produk halal dan memperkuat UMKM Syariah. Kolaborasi perbankan sangat dibutuhkan melalui pendampingan usaha yang efektif dan berkelanjutan agar pelaku usaha semakin berdaya saing hingga ke pasar global.
Menurut mantan Walikota Trenggalek ini, perhelatanFestival FESyar Regional Jawa Tahun 2026 diharapkan mampu untuk menggerakkan berbagai sektor dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu peluang yang perlu dioptimalkan adalah perluasan ekspor produk halal ke pasar-pasar baru di mancanegara.
“Bagaimana semangat FESyar ini terus terpompa untuk menggenjot ekonomi syariah. Misalnya melalui ekspor halal, bagaimana ekspor produk halal bisa kita dorong untuk menembus pasar-pasar baru,” tegas Emil
Lebih lanjut, Emil menekankan pentingnya pendampingan yang efektif agar pelaku usaha mampu mengembangkan potensi dan meningkatkan daya saing. Langkah tersebut sejalan dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemimpin dunia dalam ekosistem ekonomi syariah.
“Dalam ekonomi syariah, kita perlu melakukan pendampingan yang efektif. Cita-cita kita adalah Indonesia menjadi _world leader_ dalam ekosistem ekonomi syariah. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia,” ujar Emil
Selain itu Wagub Emil menyampaikan, bahwa keberhasilan pelaksanaan FESyar tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
Baca Juga: Dari Pesantren ke Pasar, FESyar Jawa Mulai Bicara Soal Duit
“Keberhasilan FESyar ini adalah hasil sinergi seluruh stakeholder yang membangun kolaborasi selama pelaksanaan FESyar,” kata Wagub Emil.
Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti secara tegas mengatakan, pengembangan dan akselerasi ekonomi dan keuangan syariah terus diperkuat untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun dalam penguatan ekonomi Syariah tersebut dengan tiga pilar yakni, ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing, perluasan pembiayaan syariah yang lebih optimal, serta literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah yang meluas.
“Ketiga pilar tersebut diarahkan untuk memberikan dampak nyata, memperluas manfaat bagi masyarakat, dan melibatkan semua pihak melalui sinergi antar pemangku kepentingan,” tegas Destry Damayanti saat pembukaan FESyar Regional Jawa 2026 (26/9/2026) kemarin
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Fajar Sulaiman