Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PSI Akan Lawan Aturan Pemilu Baru dengan Jokowi: Berapapun, Kami Ikut dan Siap

PSI Akan Lawan Aturan Pemilu Baru dengan Jokowi: Berapapun, Kami Ikut dan Siap Kredit Foto: PSI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan tidak akan mundur menghadapi kemungkinan perubahan aturan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold untuk Pemilu 2029. Apalagi pihaknya sudah kedatangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie menegaskan partainya siap mengikuti berapa pun angka yang akhirnya ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Baca Juga: PSI Tersanjung Jokowi Berlabuh di Parpol Kecil yang Belum Pernah ke Senayan

PSI memang memiliki pandangan sendiri mengenai sistem ambang batas yang ideal. Namun, karena aturan tersebut ditentukan melalui proses politik di lembaga pembentuk undang-undang, pihaknya memilih mempersiapkan diri menghadapi keputusan apa pun.

“Dari dulu-dulu sebenarnya kami lebih setuju dengan konsep fraksi threshold agar tidak ada suara yang terbuang. Tetapi yang buat aturan kan yang di dalam, kita kan bukan yang buat peraturan, hanya bisa ngikutin aja,” kata Grace, dikutip Selasa (29/9/2026).

Ia kemudian menegaskan kesiapan partainya menghadapi kompetisi dengan aturan baru tersebut. Menurutnya, pihaknya tak masalah berapapun angka ambang batas baru nanti.

“Ya mau berapa pun ya monggo, kami ikut dan kami siap, kita akan fight sama-sama,” tandasnya.

Sikap Partai Solidaritas Indonesia tersebut mengikuti pesan dari Jokowi. Ia sebelumnya menyatakan tidak mempermasalahkan berapa pun angka parliamentary threshold yang nantinya ditetapkan.

“Ssaya sampaikan, mau parliamentary threshold 5 persen, oke, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 6 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 7 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 8 persen, nggak masalah,” kata Jokowi.

Bagi Jokowi, perubahan ambang batas parlemen harus dihadapi dengan kerja politik, bukan kecemasan. Karena itu, ia meminta kader terus membangun organisasi dan mendekati masyarakat.

Baca Juga: Grace Soal Ucapan Jokowi ke PSI: Jangan Ditakutin Apalagi Ditakut-takutin, Kami Masih Partai Kecil

“Karena meskipun kita ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar