Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, angkat bicara mengenai tren kenaikan harga minyak global yang terus berlanjut.
Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (28/9/2026) pukul 12.50 WIB, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 tercatat melonjak 3,39% menjadi USD107,86 per barel.
Di sela-sela rangkaian kegiatan Hari Pertambangan dan Energi 2026, yakni ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Yuliot menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.
Kendati demikian, Yuliot menjelaskan hal tersebut tidak berlaku untuk BBM nonsubsidi.
"Tapi kalau yang nonsubsidi ini kan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi, ini yang kita lihat, rata-rata dalam satu bulan itu kira-kira berapa penyesuaiannya," ujar Yuliot, Selasa (29/9/2026).
Saat disinggung mengenai potensi penyesuaian lanjutan untuk harga BBM nonsubsidi, Yuliot mengonfirmasi bahwa langkah tersebut akan dilakukan.
"Iya, ada penyesuaian," pungkasnya.
Senada dengan hal itu, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, menilai kenaikan harga minyak global seharusnya turut mendorong penyesuaian harga jual BBM Non Subsidi.
Sekedar catatan, BBM Non Subsidi di SPBU baik milik Pertamina mau pun swasta telah mengalami penyesuaian di awal September 2026. Namun, dalam hal ini Pemerintah tidak menaikkan Pertamax (RON 92).
“Harusnya (Pertamax) terkerek. Karena harga produk (BBM) selalu mengacu kepada harga crude,” ujar Sofyano kepada Warta Ekonomi, Senin (28/9/2026).
Meski demikian, Sofyano memahami tidak naiknya harga Pertamax di Bulan September 2026 merupakan strategi kehati-hatian pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Namun, terkadang pemerintah punya pertimbangan khusus dan bisa saja meminta Pertamina tidak buru-buru menyesuaikan harga jual sesuai harga crude,” lanjutnya.
Namun, Sofyano juga mewanti-wanti Pemerintah terkait potensi pergeseran pola konsumsi masyarakat dari Non Subsidi BBM kelas tinggi ke kelas menengah yang tidak mengalami perubahan.
Baca Juga: Airlangga Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Baca Juga: Harga Minyak Naik untuk Sesi Kedua, Pasokan Timur Tengah Masih Jadi Sorotan
“Maka, jika kendaraan bisa menggunakan BBM Pertamax 92, akhirnya akan beralih dari Pertamax Turbo ke 92. Begitu juga dari Pertamina Dex ke Biosolar (sepanjang bisa membeli Biosolar) dan kendaraan tersebut bukan mobil standar Euro 4,” tandasnya.
Adapun berikut daftar harga BBM yang berlaku di Indonesia pada Senin (28/9/2026), baik di SPBU Pertamina maupun SPBU swasta.
Berikut Daftar Harga BBM per 29 September 2026
Pertamina
Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.300 per liter
Dexlite (CN 51): Rp19.700 per liter
Pertamina Dex (CN 53): Rp21.150 per liter
BP-AKR
BP 92 (RON 92): Rp16.670 per liter
BP Ultimate (RON 95): Rp17.240 per liter
BP Ultimate Diesel: Rp21.340 per liter
Vivo
Revvo 92 (RON 92): Rp16.670 per liter
Revvo 95 (RON 95): Rp17.240 per liter
Diesel Primus: Rp21.340 per liter
Shell
V-Power Diesel: Rp21.340 per lite
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: