Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Klaim Banyak yang Takut PSI, Kelompok Ini Disindir: Pantau Tiap Hari!

Jokowi Klaim Banyak yang Takut PSI, Kelompok Ini Disindir: Pantau Tiap Hari! Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto, menyoroti pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut banyak pihak mulai merasa ketakutan terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI), meski partai tersebut tergolong masih baru.

Menurut Dede, klaim Jokowi tersebut sejalan dengan realitas di lapangan. Ia menilai setiap langkah politik Jokowi maupun PSI selalu menjadi bahan perbincangan publik, meski elektabilitas partai tersebut masih berada di bawah 3 persen berdasarkan sejumlah survei.

Baca Juga: Gibran Diprediksi Tak Ikut Pilpres 2029, Nama Anies dan KDM Ikut Terseret

"Jokowi bilang, PSI partai baru tapi “sudah banyak ketakutan”. Lihat saja realitasnya: setiap langkah PSI & Jokowi langsung jadi bahan perbincangan intens. Padahal elektabilitas partai ini masih di bawah 3 persen," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (29/9).

Ia kemudian menambahkan bahwa pihak yang tidak menganggap PSI sebagai ancaman seharusnya tidak perlu terus-menerus memantau maupun mengomentari setiap langkah partai tersebut.

"Kalau memang tidak dianggap ancaman, tidak perlu sampai dipantau & dikomentari setiap hari wahai bajer mitra moncong bodas. Klen fokes aja nge-buzz kementerian & perusahaan plat merah sesuai bayaran," tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi menilai PSI kini mulai menjadi kekuatan  politik yang diperhitungkan. Bahkan, menurutnya, sejumlah pihak disebut mulai merasa khawatir terhadap perkembangan partai yang dipimpinnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Sabtu (26/9/2026).

Meski berstatus sebagai partai yang relatif baru, Jokowi meyakini PSI memiliki peluang besar untuk berkembang dalam percaturan politik nasional.

"Karena meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan," kata Jokowi.

Dalam arahannya, Presiden ke-7 RI itu menegaskan bahwa keberhasilan membangun struktur organisasi tidak cukup jika tidak diikuti aktivitas nyata di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi PSI Kota Bandung yang telah menuntaskan pembentukan struktur hingga tingkat bawah.

Baca Juga: Jokowi, Ahok, dan Anies Disebut 'Anak Macan' yang Gigit Prabowo, Pengamat: Secara Politik Enggak Tahu Diri!

Menurut Jokowi, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh struktur yang telah terbentuk benar-benar bergerak dan bekerja.

"Yang paling penting struktur itu harus hidup, struktur itu harus bekerja. Percuma strukturnya selesai tapi tidak bekerja dan tidak ada dinamika di bawah. Struktur itu harus hidup dan bekerja," ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya