- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Bawahannya Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik, Pertamax Masih Tanda Tanya
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah kembali memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan harga Pertalite tetap dipertahankan Rp10.000 per liter hingga penghujung tahun.
Artinya, masyarakat pengguna BBM bersubsidi tersebut tidak perlu khawatir menghadapi kenaikan harga dalam beberapa bulan ke depan.
“Kalau untuk Pertalite yang disampaikan sama Pak Menteri sampai dengan akhir tahun kita mempertahankan. Ini tidak ada kenaikan untuk Pertalite, untuk subsidi,” kata Yuliot Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Puan Maharani soal Hubungan Prabowo dan Megawati: Jauh di Mata Dekat di Hati
Namun, kondisi berbeda berlaku untuk Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya. Pemerintah tidak menetapkan harga BBM jenis tersebut pada angka yang sama sepanjang tahun karena penentuannya mengikuti perkembangan harga pasar.
“Kalau yang ini non-subsidi ini akan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi ini yang kita lihat rata-rata dalam 1 bulan kira-kira berapa penyesuaian kira-kira berapa,” ungkap Yuliot.
Dengan mekanisme tersebut, harga Pertamax masih dapat berubah mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang berpotensi mempengaruhi harga BBM nonsubsidi.
Baca Juga: Jawaban Singkat Puan Maharani Usai Jokowi Pamer Gabung PSI
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah pun berupaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan minyak dari luar negeri. Salah satu langkah yang didorong adalah meningkatkan produksi minyak mentah dalam negeri.
Yuliot mengatakan Kementerian ESDM mempercepat peningkatan produksi dengan mengoptimalkan lapangan-lapangan yang sudah beroperasi sekaligus melakukan eksplorasi di wilayah baru. Sejumlah lapangan minyak dalam negeri disebut memiliki indikasi potensi produksi sekitar 2.500 hingga 3.000 barel per hari.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar target produksi minyak nasional yang lebih tinggi. Pemerintah sendiri menargetkan produksi minyak Indonesia dapat menembus lebih dari 1 juta barel per hari.
Untuk mengejar target tersebut, pengembangan lapangan dan eksplorasi baru akan terus digenjot pada 2027 dan 2028. Pemerintah berharap peningkatan produksi domestik dapat memperkuat pasokan minyak nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada minyak dari luar negeri.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: