Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dua Pasien Gagal Jantung Jalani Implantasi LVAD, Siloam Kebon Jeruk Jadi Rumah Sakit Swasta Pertama di Indonesia

Dua Pasien Gagal Jantung Jalani Implantasi LVAD, Siloam Kebon Jeruk Jadi Rumah Sakit Swasta Pertama di Indonesia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Siloam Hospitals Kebon Jeruk melalui Advanced Cardiac Care Clinic (ACCC) mencatat pencapaian dalam layanan gagal jantung dengan menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang melakukan implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD).

Dalam waktu kurang dari satu bulan, dua pasien berhasil menjalani prosedur implantasi LVAD di rumah sakit tersebut. Pencapaian ini menjadi bagian dari pengembangan layanan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang membutuhkan pilihan terapi lanjutan.

LVAD merupakan pompa jantung mekanis yang ditanamkan untuk membantu ventrikel kiri, yakni ruang utama jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Perangkat tersebut dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang memenuhi kriteria klinis, terutama ketika terapi medis optimal tidak lagi memadai.

Pada pasien yang sesuai, penggunaan LVAD dapat membantu meningkatkan kapasitas fungsional, kualitas hidup, dan kelangsungan hidup.

Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Inge Samadi, mengatakan pengembangan layanan tersebut ditujukan agar pasien gagal jantung stadium lanjut memiliki akses terhadap pilihan terapi dan keahlian medis di dalam negeri.

“Menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia dengan Advanced Heart Failure Center bukanlah gelar yang kami kejar, melainkan wujud dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan penanganan gagal jantung stadium lanjut yang komprehensif di Indonesia. Kami ingin pasien memiliki akses terhadap teknologi, keahlian medis, dan pilihan terapi yang sebelumnya mungkin mengharuskan mereka mencari pengobatan ke luar negeri. Hari ini, kami ingin menghadirkan harapan tersebut lebih dekat bagi pasien di Indonesia,” ujar Inge.

Siloam Hospitals Kebon Jeruk juga menghadirkan Advanced Heart Failure Center sebagai pusat layanan yang menangani pasien gagal jantung stadium lanjut secara multidisiplin. Layanan tersebut mencakup diagnosis, optimalisasi terapi medis, hingga pilihan terapi berbasis alat seperti LVAD.

Dua prosedur implantasi LVAD dilakukan dalam rentang waktu kurang dari satu bulan. Prosedur pertama dilakukan pada pasien laki-laki berusia 44 tahun menggunakan HeartMate 3 LVAD dari Abbott.

Kurang dari satu bulan kemudian, tim Siloam Hospitals Kebon Jeruk kembali melakukan implantasi LVAD pada pasien kedua. Menurut rumah sakit, dua prosedur tersebut menunjukkan kesiapan sistem dan tim multidisiplin dalam menyediakan layanan implantasi LVAD secara berkelanjutan.

Hospital Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Melissa, MARS, mengatakan keberhasilan dua prosedur dalam waktu berdekatan menjadi indikator kesiapan layanan yang telah dibangun.

“Keberhasilan satu kasus merupakan pencapaian penting. Namun, keberhasilan dua kasus dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan kesiapan sistem, tim, dan kapabilitas yang telah kami bangun. Ini bukan sekadar tentang berhasil melakukan sebuah prosedur, tetapi tentang memastikan bahwa kami memiliki kesiapan untuk memberikan layanan ini secara berkelanjutan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang membutuhkan,” kata Melissa.

Implantasi LVAD merupakan tindakan kompleks yang membutuhkan kolaborasi multidisiplin, termasuk dokter spesialis jantung dan bedah toraks-kardiovaskular. Tim yang terlibat antara lain dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, dr. Maizul Anwar, Sp.BTKV(K), dan dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K).

Tim tersebut telah menjalani pelatihan intensif bersama ahli LVAD internasional untuk mempersiapkan pelaksanaan prosedur dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Dr. Leonardo Paskah Suciadi mengatakan LVAD dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut, terutama bagi pasien yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung.

“Ada suara paling menenangkan yang pernah saya dengar sebagai dokter jantung yaitu detak yang kembali stabil setelah nyaris berhenti. Dalam sebulan terakhir, saya mendengarnya dua kali. Bagi kami, LVAD bukan sekadar sebuah prosedur, tetapi pilihan terapi yang dapat membuka harapan baru bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut, khususnya bagi mereka yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung,” ujarnya.

Perangkat HeartMate 3 LVAD yang digunakan dalam prosedur tersebut merupakan teknologi dengan Full MagLev Flow Technology. Berdasarkan data uji klinis MOMENTUM 3 yang disebut dalam keterangan perusahaan, tingkat kelangsungan hidup lima tahun tercatat sebesar 58,4 persen.

Terapi LVAD juga telah menerima rekomendasi kelas 1A dalam pedoman AHA/ACC/HFSA. Dalam keterangan tersebut disebutkan, sebanyak 87 persen penerima LVAD menyatakan akan kembali memilih menjalani prosedur tersebut jika mengetahui hasilnya saat ini.

Pengembangan layanan LVAD dilakukan di tengah kebutuhan penanganan penyakit jantung di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan RI yang dicantumkan dalam keterangan, prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter mencapai 0,85 persen secara nasional atau diperkirakan setara dengan sekitar 2,4 juta penduduk.

Pencapaian implantasi LVAD tersebut diumumkan bertepatan dengan World Heart Day 2026 pada 29 September yang mengusung tema global “Don’t Miss a Beat”.

Melalui layanan tersebut, Siloam Hospitals Kebon Jeruk menyatakan terus mengembangkan penanganan gagal jantung stadium lanjut melalui kombinasi keahlian medis, kolaborasi multidisiplin, dan pilihan terapi berbasis teknologi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: