Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Alasan Jabar Jadi Tempat Jokowi Pamerkan KTA PSI, Ada Pesan ke Prabowo: 'Jangan Remehkan Saya, Saya di Kandangmu!'

Alasan Jabar Jadi Tempat Jokowi Pamerkan KTA PSI, Ada Pesan ke Prabowo: 'Jangan Remehkan Saya, Saya di Kandangmu!' Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keputusan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan keanggotaannya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara terbuka di Bandung memunculkan tafsir politik terbuka.

Pengamat politik Hendri Satriyo menilai langkah tersebut merupakan pesan politik terbuka Jokowi kepada penguasa saat ini, Presiden Prabowo Subianto.

Hendri mengingatkan kembali peta politik Pilpres 2024, di mana Jokowi menjadi sosok sentral penentu kemenangan Prabowo dengan menjadikan putranya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai wakil presiden. Namun, peta hubungan tersebut dinilai mulai berubah drastis pasca-pergantian kekuasaan.

Hendri Satriyo membeberkan dua alasan mendasar di balik pengumuman mengejutkan Jokowi pada September 2026 ini:

Pertama, Jokowi merasa diisolasi dari pembahasan ambang batas parlemen untuk partai politik yang berkisar antara 5% hingga 7%. Wacana angka threshold tinggi tersebut dinilai sengaja dirancang untuk mengunci pergerakan PSI agar gagal menembus Senayan.

"Jangan remehkan saya. Kalian bisa mengisolasi saya dari pembahasan threshold, tapi jangan meremehkan saya. Saya punya kendaraan politik, dan ini bisa menjadi kekuatan baru," tutur Hendri memperagakan pesan tersirat Jokowi.

Alasan kedua berkaitan dengan  dua isu krusial, yakni polemik keabsahan ijazah serta gugatan syarat pencalonan Gibran di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebagai pihak yang 'menjamin' kemenangan Prabowo, Jokowi merasa dibiarkan tanpa pembelaan dari lingkaran penguasa.

"Sebagai orang yang 'meluncurkan' dan menjamin kemenangan Prabowo dengan 'tanda tangan' putranya, Jokowi mungkin bertanya-tanya: 'Mengapa kasus ini digulirkan? Mengapa tidak dihentikan? Mengapa serangan ganda, kepada saya dan kepada anak saya?' Dalam politik Indonesia, selain kepentingan dan kekuasaan, ada lapisan lain: keselamatan. Jokowi merasa tidak dibela," ungkap Hendri.

Sementara itu, alasan dipilihnya Bandung, Jawa Barat sebagai kota untuk menegaskan posisinya di PSI, dan menariknya penampilan Jokowi yang mengenakan ikat kepala khas Sunda dinilai bukan kebetulan semata.

Hendri menegaskan bahwa Jawa Barat merupakan basis basis utama suara Prabowo, bukan PDIP atau Megawati Soekarnoputri.

"Beliau tidak sedang menghadapi Megawati/PDIP, kalau mau, dia akan umumkan di Solo atau Jawa Tengah. Tapi ini adalah sinyal bahwa yang dihadapi adalah Prabowo. Jokowi adalah ahli politik. Kalau diumumkan di Solo, dampaknya kecil. Tapi di Jawa Barat, kandang Prabowo, maknanya berbeda, dua kali Pilpres Jokowi kalah di Jawa Barat oleh Prabowo," jelas Hendri.

Melalui langkah manuver di Bandung tersebut, Jokowi ingin menunjukkan eksistensi dan menyampaikan pesan tegas kepada Prabowo.

"Saya ada di kandangmu."

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat