Kredit Foto: Kemenhub
Polda Metro Jaya menetapkan masinis Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berinisial AN (37) sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang. Penyidik menyimpulkan kecelakaan tersebut dipicu keterlambatan masinis melakukan pengereman darurat (emergency brake).
Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dewa Anom Danunjaya mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menganalisis sejumlah alat bukti, termasuk rekaman data logger kereta dan keterangan saksi ahli.
"Berdasarkan hasil data dan alat bukti penyidikan yang kami lakukan, diketahui bahwa tindakan emergency brake yang dilakukan oleh masinis KA Argo Bromo Anggrek terjadi pada pukul 21.51 WIB, ketika posisi kereta berjarak 263 meter dari titik tumburan KRL 5568," ujar Dewa Anom dalam konferensi pers, Selasa (29/9/2026).
Menurut penyidik, pengereman pada jarak tersebut terlalu dekat untuk menghindari benturan dengan KRL Commuter Line 5568A yang berada di depan KA Argo Bromo Anggrek. Masinis dinilai seharusnya memiliki waktu dan ruang yang lebih panjang untuk melakukan pengereman.
"Penyidik berkesimpulan bahwa tindakan emergency brake seharusnya bisa dilakukan lebih jauh jaraknya dari tindakan yang dilakukan pada saat pengereman pertama pada saat terjadinya kecelakaan," lanjut Dewa Anom.
Kepolisian menyatakan masinis AN memang sempat melakukan pengereman. Namun, penyidik menilai terdapat unsur kelalaian dalam momentum eksekusi pengereman tersebut.
"Jadi, dari masinis juga tetap melakukan, namun jarak dilakukannya itu seharusnya dapat dilakukan dengan jarak yang lebih jauh dari lokasi 263 meter tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Alasannya
Baca Juga: Ini Alasan Masinis KA Anggrek jadi Tersangka Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
Kecelakaan terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak KRL Commuter Line 5568A yang sedang berhenti di jalur 1.
Rangkaian kecelakaan bermula ketika KRL lain menabrak taksi listrik di perlintasan JPL 85 Ampera. Insiden tersebut menyebabkan KRL 5568A tertahan di Stasiun Bekasi Timur sebelum kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Penetapan tersangka terhadap masinis menjadi bagian dari proses penyidikan kepolisian terhadap kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri