Politikus PDI Sentil Jokowi soal Ambang Batas 8 Persen: Sepertinya Menantang Prabowo
Kredit Foto: Tangkapan layar Youtube TV Parlemen
Politikus PDIP Guntur Romli menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mempermasalahkan jika ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dinaikkan hingga 8 persen.
Guntur menilai pernyataan tersebut seolah ditujukan untuk menantang Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Menurutnya, angka 8 persen memiliki keterkaitan dengan Prabowo, sementara Gerindra mengusulkan ambang batas 5 persen.
"Jokowi sepertinya menantang Pak Prabowo dan Gerindra dengan menyebut 8 Persen. Karena angka 8 itu kan identik dengan Presiden Prabowo, padahal Gerindra ngusulnya hanya 5 persen," kata Guntur kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).
Guntur kemudian menyinggung hasil Pemilu 2024. Ia mengatakan PSI tidak berhasil lolos ke parlemen meski saat itu Jokowi masih menjabat sebagai presiden.
"Ambang batas parlemen 2024 dengan 4 persen saja, PSI tidak lolos padahal waktu itu Jokowi jadi presiden dan PSI sudah membranding PSI Partai Jokowi," ujarnya.
Ia juga menanggapi optimisme Jokowi bahwa PSI dapat lolos ke Senayan pada Pemilu 2029.
"Maka, dengan Jokowi tidak jadi presiden, 4 persen pun di Pemilu 2029 PSI sebenarnya tidak akan lolos," sambungnya.
Guntur kemudian mengkritik sikap Jokowi dalam menanggapi wacana kenaikan ambang batas parlemen. Ia menyebut Jokowi terkesan terlalu percaya diri.
"Jokowi terkesan jumawa, alias sombong," ujarnya.
Baca Juga: Sinyal Tinggalkan Prabowo, Jokowi Mulai Bangun Jalannya Sendiri dengan PSI
Sebelumnya, Jokowi menyatakan tidak mempermasalahkan berapa pun angka ambang batas parlemen yang nantinya disepakati pemerintah dan DPR.
"Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke," ujar Jokowi saat ditemui di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (24/9/2026).
Jokowi juga menyatakan optimistis PSI dapat lolos ke Senayan pada Pemilu 2029. Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Sugiono sebelumnya menyebut partainya menyepakati angka 5 persen dalam pembahasan ambang batas parlemen.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy