Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertumbuhan Laba 3 Bank BUMN, BRI Paling Lemah Cuma 6,63%

Pertumbuhan Laba 3 Bank BUMN, BRI Paling Lemah Cuma 6,63% Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja laba tiga bank BUMN hingga Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan yang berbeda. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat pertumbuhan laba paling tinggi, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi yang paling rendah.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi per Agustus 2026, Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp37,5 triliun. Angka tersebut melonjak 22,30% secara tahunan (year-on-year/yoy), sekaligus menjadi pertumbuhan laba tertinggi di antara tiga bank BUMN.

Di posisi berikutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat laba bersih Rp14,32 triliun. Angka ini meningkat 6,9% yoy dibandingkan laba pada Agustus 2025 yang sebesar Rp13,40 triliun.

Sementara itu, laba bersih BRI mencapai Rp34,77 triliun. Meski tetap tumbuh, pertumbuhannya hanya 6,63% yoy, menjadi yang paling rendah dibandingkan Mandiri dan BNI.

Dengan demikian, dari sisi pertumbuhan laba, BRI mencatat laju paling lambat. Pertumbuhan laba BRI bahkan sedikit di bawah BNI dan terpaut cukup jauh dari Bank Mandiri yang mampu mencatat pertumbuhan hingga 22,30%.

Perbedaan pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan sejumlah indikator bisnis utama. Dari sisi penyaluran kredit, kredit BRI tumbuh 13,66% menjadi Rp1.446,98 triliun hingga Agustus 2026.

Pertumbuhan tersebut masih di bawah Bank Mandiri yang mencatat pertumbuhan kredit 17,6% yoy dengan total penyaluran Rp1.592 triliun. Sementara itu, kredit BNI tumbuh 27,1% mencapai Rp977,17 triliun per Agustus 2026.

Baca Juga: PTBA Tambah Utang Jumbo Rp6 Triliun dari BRI dan Mandiri

Baca Juga: BBNI Catat Laba Rp14,32 Triliun, Ada Potensi Penguatan Saham

Baca Juga: Emiten Tambang Sinar Mas (GEMS) Gapai Kredit US$42 Juta dari Bank Mandiri

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 12,59% yoy menjadi Rp1.655,84 triliun. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan DPK 17,6% hingga mencapai Rp1.687 triliun, sedangkan DPK BNI tumbuh lebih tinggi, yakni 29,4% menjadi Rp1.124,71 triliun.

Perbedaan laju pertumbuhan juga terlihat pada total aset. Aset BRI tumbuh 10,53% menjadi Rp2.127 triliun. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan aset 20,7% menjadi Rp2.358 triliun, sementara aset BNI tumbuh 23,61% menjadi Rp1.434,12 triliun.

Data tersebut menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, BRI masih mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator utama, tetapi lajunya relatif lebih lambat dibandingkan dua bank BUMN lainnya, terutama jika dibandingkan dengan ekspansi Bank Mandiri.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan