Kredit Foto: BPMI
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan perubahan posisi politik PDIP.
Namun, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menegaskan bahwa partainya hingga kini masih berada di luar pemerintahan. PDIPtetap mengambil posisi sebagai kekuatan penyeimbang meski komunikasi berjalan antara Megawati dan Prabowo.
Baca Juga: Jokowi Mulai Sadari 'Permusuhannya' dengan Prabowo: Makanya Pengumumannya di Jabar, Bukan Jateng
"Kami tidak di dalam, kami di luar penyeimbang. Biasa-biasa saja," kata Said, dikutip Rabu (30/9/2026).
Penegasan tersebut menjadi penting karena pertemuan keduanya berlangsung di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang. Pertemuan tersebut juga merupakan salah satu komunikasi langsung antara dua tokoh yang pernah berada di posisi politik berseberangan.
Prabowo datang ke kediaman Megawati untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra. Menurut Said, pertemuan berlangsung dalam suasana personal dan duka cita.
Durasi pertemuan disebut sekitar 40 menit. Waktu yang relatif singkat itu terjadi karena Prabowo memiliki agenda kepresidenan yang padat.
"Pertemuan kemarin itu hampir 40 menit. Memang singkat karena Bapak Presiden itu kan meluangkan waktu beliau di antara kesibukan beliau," ujar Said.
Said menyebut pembicaraan tersebut tidak secara khusus diarahkan untuk membahas persoalan politik. Prabowo dan Megawati berbicara mengenai Guruh, termasuk karya seni dan kontribusinya terhadap kebudayaan Indonesia.
Meski demikian, terdapat pesan penting yang disampaikan Megawati terkait pemerintahan Prabowo. Megawati disebut mendoakan agar pemerintahan yang dipimpin Prabowo dapat menjalankan mandat sampai masa jabatannya berakhir.
"Kami ingin apa ini harus menjadi tradisi kita bersama, tradisi ketaatan terhadap konstitusi. Bahwa pemerintahan itu kalau memang dipilih lima tahun, ya lima tahun jaga," ujar Said.
Meski belum bergabung dengan koalisi pemerintahan, PDIP juga tidak menutup pintu komunikasi. Said mengungkap adanya rencana pertemuan lanjutan antara Megawati dan Prabowo.
Tanggal 17 Oktober 2026 disebut sebagai waktu yang diharapkan dapat digunakan untuk pertemuan tersebut, bertepatan dengan ulang tahun Prabowo.
Baca Juga: AMDAL Data Center Jatiluhur Bikin Risih, Dedi Mulyadi Turun Tangan: Ini Barang Publik, Bukan Private
"Maka memang akan ada pertemuan lanjutan, insyaallah. Mudah-mudahan pertemuan lanjutan itu bisa di tanggal 17 Oktober ketika Bapak Presiden kita ulang tahun," kata Said.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar