Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah menetapkan kuota LPG 3 kg tahun 2027 sebesar 8 juta ton, sama seperti alokasi tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan penetapan kuota tersebut berkaitan dengan agenda penataan subsidi energi yang dilakukan pemerintah.
"Jadi kita ini kan sudah selama dua tahun Pak Menteri melakukan penataan, database sudah dibangun, tinggal bagaimana menggunakan database ini agar lebih optimal, sehingga penataan bisa berjalan," ujar Laode saat ditemui di kantornya, Rabu (30/9/2026).
Laode menjelaskan pemerintah akan melakukan pemadanan data yang dimiliki kementerian/lembaga atau instansi terkait untuk mendukung proses penataan subsidi.
Penataan tersebut tidak hanya dilakukan pada LPG 3 kg, tetapi juga mencakup subsidi bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah akan menggabungkan data dari Pertamina, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Kepolisian.
"Kita sudah punya data Pertamina, disempurnakan dengan Ditjen Dukcapil, disempurnakan lagi nanti dengan data dari Kepolisian terkait kendaraan," jelasnya.
Laode menyebut penetapan volume LPG 3 kg dan solar subsidi yang tetap sama dengan tahun sebelumnya dilakukan seiring proses penataan subsidi yang masih berjalan.
"Nah itu nanti dilakukan penataan, makanya kan penetapan volume solar subsidi dan LPG kan tetap sama dengan tahun lalu, karena agar penataan itu bisa bermanfaat untuk mengendalikan subsidinya," sebut Laode.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan volume LPG 3 kg tahun 2027 sebesar 8 juta ton dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR.
Baca Juga: Kuota Solar dan LPG 3 Kg Dipangkas, Total Subsidi Energi APBN 2027 Ditetapkan Rp261,5 Triliun
Baca Juga: Kejutan di Sidang Tipikor! Nama Jokowi Terseret Soal Arahan Pembagian Kuota Haji 50:50!
Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Komisi XII DPR meminta pemerintah menghitung ulang kuota LPG 3 kg tahun 2027.
Anggota Komisi XII DPR Yulian Gunhar mempertanyakan kuota LPG 3 kg yang turun dari 8,52 juta ton pada 2025 menjadi 8 juta ton pada 2026 dan kembali ditetapkan sebesar 8 juta ton untuk 2027.
"Ada catatan, dalam volume LPG 3 kg anggaran 2025 itu sebesar 8,52 juta metrik ton. Di APBN 2026 kembali dianggarkan berkurang menjadi 8 juta ton, dan 2027 itu kembali ditetapkan 8 juta ton," ucap Gunhar di Gedung DPR-MPR, Senin (31/8).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: