Jokowi Didukung Relawan untuk Pimpin PSI, Mardiansyah: Kami Akan Ikuti Langkah Politiknya
Kredit Foto: Ist
Dukungan terhadap langkah politik Joko Widodo setelah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali disuarakan relawan. Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar bahkan mendorong mantan Presiden RI tersebut mengambil posisi lebih besar di PSI.
Dorongan itu disampaikan Mardiansyah saat bersama jajaran pengurus Rampai Nusantara menemui Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Rabu (30/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Mardiansyah mengaku secara langsung menyarankan Jokowi menjadi Ketua Umum PSI.
"Terus tadi saya bilang Pak Jokowi, 'Ya udah sih jadi Ketua Umum PSI aja, gitu lho'. Gitu lho, senyum dia. Kalau kalau senyum kan berarti bisa iya, bisa enggak. Nah, kita tunggu aja," kata Mardiansyah.
Mardiansyah tidak mengklaim Jokowi telah menerima tawaran tersebut. Ia hanya membaca senyum Jokowi sebagai respons yang belum memberikan kepastian apakah mantan wali kota Solo itu menerima atau menolak usulan tersebut.
Bagi Mardiansyah, yang terpenting bagi kelompoknya adalah mengikuti setiap langkah politik yang dipilih Jokowi. Ia menegaskan Rampai Nusantara secara organisasi belum bergabung dengan PSI.
"Kalau saya sih, walaupun saya sebagai Ketua Umum Relawan Nusantara ya, yang secara organisasi belum masuk ke PSI, tapi kan kami sejak belasan tahun lalu juga pendukung loyalis Pak Jokowi. Jadi setiap langkah politik Pak Jokowi, tentu kita akan dukung," ujar Mardiansyah.
Menurut dia, dukungan tersebut tidak bergantung pada apakah Jokowi nantinya hanya menjadi anggota PSI atau mengambil posisi tertentu di dalam struktur partai. Mardiansyah menyebut para relawan akan mengikuti keputusan politik yang dibuat Jokowi.
"Pak Jokowi ke PSI, seluruh pasukan Relawan Nusantara pasti mendukung langkah itu juga. Mau masuk secara partai mau pun tidak, kan itu yang paling penting," imbuh dia.
Pernyataan tersebut muncul setelah Jokowi secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI di Bandung pada Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.
PSI juga telah menyampaikan posisi yang akan ditempati Jokowi dalam struktur partai. Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan Jokowi akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026, bertepatan dengan agenda Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Dengan demikian, dorongan Mardiansyah agar Jokowi menjadi Ketua Umum PSI merupakan usulan dari pihak relawan. Posisi Ketua Dewan Pembina yang disampaikan PSI sebelumnya merupakan agenda resmi partai yang dijadwalkan pada November.
Mardiansyah juga meminta Jokowi tetap aktif berkeliling dan tidak ragu menghadapi pihak-pihak yang berseberangan dengannya. Ia menilai Jokowi tetap perlu menjalankan aktivitas politiknya setelah masuk ke dalam struktur PSI.
Baca Juga: Gibran Disebut Jadi Wapres Karena Bantuan Jokowi, Kader PSI Langsung Beri Jawaban Menohok!
"Hasil diskusinya gitu sih. Dan saya minta Pak Jokowi juga tetap keliling dan jangan takut sama yang lain-lain. Karena harusnya Pak Jokowi dengan kekuatannya sekarang, itu yang lain-lain itu jangan memusuhi Pak Jokowi, tapi harusnya menemani Pak Jokowi. Karena yang memusuhi biasanya kena balanya itu sama Pak Jokowi," pungkasnya.
Sebelumnya, setelah mengumumkan keanggotaannya di PSI, Jokowi juga mendorong kader partai tersebut untuk memperkuat organisasi hingga tingkat akar rumput. Ia menyebut struktur PSI di Kota Bandung telah rampung dan meminta kader tetap aktif membangun jaringan dengan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana menyebut bergabungnya Jokowi sebagai kader menjadi momentum bagi partai menuju Pemilu 2029. Namun, terkait dorongan agar Jokowi menjadi Ketua Umum, belum ada keputusan resmi PSI yang menyatakan perubahan dari posisi Ketua Dewan Pembina yang telah diumumkan.
Dengan status Jokowi yang kini sudah terbuka sebagai kader PSI, dukungan dari kelompok relawan terus mengiringi langkah politiknya. Mardiansyah menegaskan, pilihan posisi maupun arah politik selanjutnya akan diikuti oleh kelompoknya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: