Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gibran Minta Korban Keracunan MBG Bawa Bekal Rumah, PDIP: Negara Sedang Tak Percaya Pada Makanan yang Dimasaknya Sendiri

Gibran Minta Korban Keracunan MBG Bawa Bekal Rumah, PDIP: Negara Sedang Tak Percaya Pada Makanan yang Dimasaknya Sendiri Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, memberikan kritik tajam terhadap aksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menjenguk korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD Limpung, Batang, Jawa Tengah.

Guntur menilai posisi politik Gibran saat ini sedang dalam kondisi terdesak seiring bergulirnya gugatan perselisihan syarat pencalonan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang diajukan oleh Denny Indrayana dan koalisinya.

Di tengah situasi tersebut, langkah Gibran yang meminta orang tua korban membawa bekal dari rumah dinilai sebagai bentuk pengakuan atas kegagalan program pemerintah.

"Gibran rajin cari simpati, nyuruh korban MBG bawa bekal dari rumah, program pemerintah sendiri dicampakkan? Datang ke rumah sakit, meminta maaf, lalu menitip pesan: anak-anak bawa bekal dari rumah saja... Ini pengakuan: negara sendiri tak lagi percaya pada makanan yang dimasaknya," ujar Guntur Romli.

Guntur menyayangkan respons Gibran yang alih-alih melakukan pembenahan total pada sistem dapur dan distribusi program MBG, justru meminta masyarakat untuk mengambil langkah penyelamatan mandiri.

"Wapres yang seharusnya memegang kendali koreksi justru menyuruh rakyat menyelamatkan diri. Kalau bekal dari rumah lebih aman, untuk apa triliunan rupiah digelontorkan ke dapur-dapur SPPG?" cecar Guntur.

Ia menekankan bahwa pencitraan dan penyampaian permohonan maaf saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah keselamatan kesehatan anak-anak sekolah, terutama ketika anggaran besar negara telah dialokasikan secara khusus untuk program prioritas tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat