Jokowi Bicara Peluang Jadi Ketua Umum PSI, 'Terserah Partai, Ada Mekanismenya'
Kredit Foto: Istimewa
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai alasan ia menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Bandung, bukan di kota lain.
Menurut Jokowi, tidak ada pesan politik tertentu dari aksi tersebut. Ia hanya ingin membuktikan keseriusannya membesarkan PSI.
“Nunjukkan kalau saya sangat serius untuk membesarkan PSI, bahwa saya tunjukkan di NTT, Bandung itu urusan momentum aja,” kata Jokowi di kediaman pribadinya di Jalan Kutar Utara I, Sumber, Solo, Kamis (1/10/2026).
Ketika ditanya jabatan apa yang akan didudukinya di PSI, Jokowi menegaskan hal itu merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.
“PSI ada mekanisme partai, terserah pada partai, untuk jadi Ketum lewat kongres, jadi ketua dewan pembina ada mekanismenya lagi,” jelasnya.
Sebelumnya, pengumuman keanggotaan Jokowi di PSI di Bandung, Jawa Barat, menimbulkan beragam tafsir politik. Lokasi tersebut menjadi sorotan karena dihubungkan dengan hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat politik Hendri Satrio (Hensat) menilai pemilihan Bandung bukan sekadar persoalan tempat. Jawa Barat memiliki makna politik karena dikenal sebagai salah satu basis dukungan Prabowo.
“Kenapa harus di Bandung? Kenapa harus di Jawa Barat? Jadi dia ingin berkomunikasi ke penguasa hari ini bahwa saya ada di kandang Anda. Ingat lho, Jawa Barat itu kandangnya Pak Prabowo,” ujar Hensat dalam tayangan di kanal YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Rabu (30/9/2026).
Menurut Hensat, pesan politik Jokowi menjadi lebih kuat dibandingkan jika pengumuman dilakukan di daerah yang identik dengan basis politik keluarganya. Ia membandingkan dengan Jawa Tengah.
“Kalau dia mau berhadapan dengan mereka, dia umumkan di Jawa Tengah. Tapi kenapa dia enggak umumkan di Solo? Kalau dia umumin di sana, pasti dampaknya enggak besar. Tapi ini Jawa Barat, kandangnya Prabowo,” kata Hensat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat