Kredit Foto: Cita Auliana
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik mengaku dirinya belum menerima pengajuan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terkait rencana kepemilikan saham BEI melalui proses demutualisasi bursa.
"Belum (pengajuan), ujar Jeffrey kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani menyatakan, Danantara tengah membahas porsi kepemilikan dalam proses demutualisasi BEI. Porsi Danantara diperkirakan berada di kisaran 5% hingga 10%.
"POJK-nya sudah keluar, dan kami di Danantara, porsinya... mungkin ada beberapa. Tapi kita porsinya, yang penting kan perubahan di apa, deepening bursanya ya. Kita lagi bicarakan tapi mungkin antara 5 sampai 10 persen," kata Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Rosan menegaskan kembali bahwa porsi Danantara dalam struktur kepemilikan tersebut berada pada kisaran 5% hingga 10%.
Baca Juga: Short Selling Resmi Diuji Coba, BEI Pastikan Pasar Tetap Stabil
Baca Juga: IHSG Jeblok 2%, BEI Tepis Aturan Saham Rp1 Jadi Biang Kerok
Baca Juga: Danantara Siapkan Porsi 5-10 Persen dalam Demutualisasi Bursa
Sementara itu, terkait informasi mengenai porsi kepemilikan hingga 30%–40%, Rosan menjelaskan angka tersebut kemungkinan merupakan akumulasi kepemilikan dari sejumlah pihak yang terlibat dalam konsorsium.
"Mungkin ada pihak lain, mungkin dari kementerian lain yang ikut, Menteri Keuangan atau yang lain-lain. Jadi kita bersama-sama konsorsium bisa sampai 30 sampai 40 persen, tapi mungkin porsi Danantara sekitar 5 sampai 10 persen," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rosan mengaku belum merinci pihak-pihak yang akan terlibat dalam konsorsium tersebut. Ia hanya menyebut kemungkinan adanya kementerian lain, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan