Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Terbongkar Alasan di Balik Pamer KTA PSI! Hendri Satrio Sebut Jokowi Sengaja Incar Bandung: Itu Kandang Prabowo!

Terbongkar Alasan di Balik Pamer KTA PSI! Hendri Satrio Sebut Jokowi Sengaja Incar Bandung: Itu Kandang Prabowo! Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Bandung, Jawa Barat, mendapat sorotan pengamat politik Hendri Satrio. Menurut Hendri, lokasi tersebut memiliki makna politik karena Jawa Barat dikenal sebagai salah satu basis dukungan Presiden Prabowo Subianto.

Jokowi memperlihatkan KTA PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung di Hotel Grand Pasundan, Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.

Hendri Satrio atau Hensa menilai pengumuman tersebut bukan sekadar soal tempat. Ia membaca momentum Jokowi menunjukkan KTA PSI di Bandung sebagai pesan politik bahwa dirinya kini memiliki jalur politik melalui PSI.

“Kenapa harus di Bandung? Kenapa harus di Jawa Barat? Jadi dia ingin berkomunikasi ke penguasa hari ini bahwa saya ada di kandang Anda. Ingat lho, Jawa Barat itu kandangnya Pak Prabowo,” ujar Hensa dalam tayangan di kanal YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Rabu (30/9/2026).

Menurut Hensa, pesan yang muncul akan berbeda jika Jokowi memilih Solo atau wilayah Jawa Tengah untuk mengumumkan keanggotaannya. Ia menilai pemilihan Bandung membuat momentum tersebut memiliki konteks politik yang lebih kuat.

“Kalau dia mau berhadapan dengan mereka, dia umumkan di Jawa Tengah. Tapi kenapa dia enggak umumkan di Solo? Kalau dia umumin di sana, pasti dampaknya enggak besar. Tapi ini Jawa Barat, kandangnya Prabowo,” kata dia.

Hensa kemudian mengaitkan langkah tersebut dengan dinamika politik antara Jokowi dan Prabowo. Ia juga menyinggung pembahasan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold serta perkara yang berkaitan dengan Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi.

“Lantas saya pernah bilang, belum saatnya ada permusuhan Jokowi dan Prabowo. Tapi dengan adanya isu threshold kemarin, kemudian pengadilan tentang Gibran. Saya rasa dia mulai menyadari,” kata Hensa.

Baca Juga: Tak Masalah Kalau Jadi Ketum, Jokowi Nyatakan Akan Serius Besarkan PSI

Meski demikian, Hensa tidak menyimpulkan bahwa Jokowi telah berpisah jalan dengan Prabowo. Menurutnya, mantan presiden tersebut lebih menunjukkan upaya membangun jalur politik baru melalui PSI.

“Apakah kemudian ini tandanya dia pisah jalan dengan Prabowo? Saya tidak ingin mengatakan pisah jalan, tapi dia sedang membangun jalannya sendiri, jalannya yang baru,” ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy