Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jejak Karier Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, Dua Figur Baru di Jajaran Wamenkeu

Jejak Karier Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, Dua Figur Baru di Jajaran Wamenkeu Kredit Foto: YouTube Kementerian Keuangan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto melantik dua Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru, yakni Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Keduanya akan mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara bersama Wamenkeu Juda Agung.

Mengutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Luky Alfirman bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Kariernya di Kemenkeu telah dimulai sejak 1995.

Pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1970 tersebut menempuh pendidikan sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar pada 1994. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Arts (MA) in Economics pada 2000 serta Doctor of Philosophy (PhD) in Economics pada 2004.

Karier Luky dimulai sebagai pegawai di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada 1 Maret 1995. Setelah menyelesaikan tugas belajar di Amerika Serikat, ia kembali bertugas di DJP pada 2004.

Perjalanan kariernya kemudian melebar ke bidang kebijakan fiskal. Pada 2011, Luky berpindah ke Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan pernah menangani kebijakan APBN serta ekonomi makro.

Tidak hanya itu, Luky juga pernah menjabat Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kemenkeu, Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara, hingga Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

Pada 2022, ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Kemudian pada Mei 2025, Luky dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran.

Dengan rekam jejak tersebut, pengalaman Luky mencakup perpajakan, kebijakan fiskal, ekonomi makro, penganggaran, pembiayaan dan risiko, serta hubungan keuangan pemerintah pusat dan daerah.

Nurkholisoh Ibnu Aman, Eks Ekonom Senior Bank Indonesia

Berbeda dengan Luky yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Kemenkeu, Nurkholisoh Ibnu Aman datang dengan latar belakang kuat dari Bank Indonesia. Ia dikenal sebagai ekonom dan peneliti yang memiliki pengalaman panjang di bank sentral.

Nurkholisoh menempuh pendidikan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung pada 1997-2002. Setelah itu, ia melanjutkan studi Master of Science di Chalmers University of Technology, Swedia, pada 2002-2004.

Ia kemudian meraih gelar Master of Business Administration (MBA) bidang Finance and Economics dari University of Chicago Booth School of Business pada 2010-2012. Pendidikan akademiknya berlanjut hingga doktoral. Nurkholisoh meraih gelar PhD bidang Finance dari University of Edinburgh Business School pada 2025.

Sebelum masuk pemerintahan, Nurkholisoh lebih dulu berkarier di sektor swasta sebagai Senior Associate di Ernst & Young pada 2004-2005.

Setelah itu, ia masuk Bank Indonesia dan menjadi Senior Economist pada 2006-2019. Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya, ia kembali ke BI sebagai Senior Researcher sejak November 2024.

Baca Juga: Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Juda Agung: Beliau Kuasai Banyak Aspek

Baca Juga: Jenderal Listyo Sigit Masuk Kabinet Prabowo, Begini Respons Puan

Pengalaman Nurkholisoh di BI membuat rekam jejaknya banyak berkaitan dengan ekonomi, riset kebijakan, pasar keuangan, dan sektor moneter. Salah satu bidang risetnya berkaitan dengan pengembangan strategi pasar keuangan serta evaluasi dampak digitalisasi transfer sosial.

Kini, Nurkholisoh Ibnu masuk ke jajaran Kementerian Keuangan sebagai Wamenkeu. Dengan latar belakang bank sentral, ia menjadi pejabat Kemenkeu yang memiliki pengalaman langsung dalam kebijakan moneter dan riset ekonomi, melengkapi pengalaman Juda Agung yang juga pernah berkarier di Bank Indonesia.

Pelantikan Luky dan Nurkholisoh membuat susunan Wamenkeu kembali menjadi tiga orang, yakni Juda Agung, Luky Alfirman, dan Nurkholisoh Ibnu Aman.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra