Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Peneliti dan ahli forensik digital Rismon Sianipar berbalik arah menjadi pro Jokowi dan Gibran dengan menyatakan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah asli.
Keputusan ini diambil setelah Rismon menyelesaikan kajian forensik lanjutan selama tiga bulan terakhir. Sebelumnya, polemika keaslian ijazah tersebut digaungkan Rismon melalui dua bukunya berjudul Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game. Temuan baru membuatnya berbalik arah.
Rismon menjelaskan perubahan kesimpulan didapat setelah merekonstruksi ulang penelitian menggunakan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya, dan analisis jenis lensa. Dari metode tersebut, ia menemukan bukti autentik yang konsisten pada dokumen ijazah, diperkuat perbandingan foto dokumen milik Dian Sandi Utama.
“Saya sampaikan ada tiga hal utama: emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya,” ujar Rismon.
Menanggapi perubahan sikap Rismon, Roy Suryo melontarkan sindiran.
“Bagaimana bisa Doktor Rismon berani meneliti ijazah Jokowi kalau ijazah sendiri palsu? Orang yang tidak jujur pada dirinya sendiri sudah cacat, sudah tidak punya integritas,” kata Roy.
Rismon langsung menyerang balik.
“Itulah Anda Roy, selalu jump to conclusions. Kasus panci, kasus meme stupa, sekarang ijazah. Polanya sama, butuh panggung. Anda bukan peneliti forensik. Anda pakar telematika PowerPoint. Saya bawa transkrip cap basah Yamagata University, Anda bawa apa? Cuma screenshot Facebook?” tegas Rismon.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: