Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Anjlok, Astronacci Sebut Ada Potensi Rebound di Oktober

IHSG Anjlok, Astronacci Sebut Ada Potensi Rebound di Oktober Kredit Foto: Astronacci
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang September 2026 menjadi perhatian Astronacci International setelah indeks mengalami tekanan dan bergerak menuju dua area gap yang sebelumnya diidentifikasi dalam analisis teknikal.

Founder Astronacci International Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi mengatakan pergerakan IHSG tersebut sejalan dengan analisis Eye of Future yang disampaikannya melalui kanal YouTube Astronacci pada 27 Agustus 2026.

Saat analisis tersebut disampaikan, IHSG berada di sekitar level 6.500 dan bergerak dalam tren penguatan. Gema mengidentifikasi dua area gap yang menjadi perhatian, yakni gap atas di level 6.705 dan gap bawah di level 6.186.

“Hal ini menunjukkan kesesuaian dengan analisis Eye of Future yang saya sampaikan pada kanal Youtube Astronacci pada 27 Agustus 2026. Serta terealisasi secara bertahap dalam beberapa pekan berikutnya,” ujar Gema kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).

Pergerakan IHSG kemudian mencapai level 6.705 pada 9 September 2026. Level tersebut menguat sekitar 5,19% dari posisi sebelumnya dan sesuai dengan area gap atas yang telah diidentifikasi Gema.

Setelah level 6.705 tercapai, Gema kembali mengingatkan investor untuk mencermati potensi pelemahan karena gap bawah di level 6.186 masih belum tertutup.

Pergerakan IHSG selanjutnya bergerak melemah sekitar 7,83% menuju area tersebut. Pada 28 September 2026, IHSG mencapai level 6.186 dan menutup gap bawah yang sebelumnya masih terbuka.

“Dengan demikian, dua area gap yang diidentifikasi dalam analisis 27 Agustus 2026 telah terealisasi secara bertahap. Level 6.705 tercapai pada 9 September 2026, disusul level 6.186 pada 28 September 2026,” imbuh Gema.

Pada perdagangan 28 September 2026, IHSG ditutup melemah 1,51% atau turun 94,03 poin ke level 6.147,86.

Menurut Gema, pergerakan tersebut menjadi salah satu contoh penerapan metode Eye of Future Astronacci dalam membaca potensi pergerakan pasar. Ia mengatakan kesesuaian antara area yang diidentifikasi dalam analisis dengan pergerakan aktual menjadi bagian dari penerapan metode tersebut.

Meski demikian, Gema mengingatkan investor agar tidak panik ketika pasar mengalami tekanan. Menurut dia, kondisi pasar yang melemah juga dapat menjadi momentum bagi investor yang mampu membaca peluang.

“Tentu saja saat market merah (IHSG) jangan panik, ingat Astronacci. Karena orang-orang yang sukses dan pintar membaca peluang adalah mereka yang bisa memanfaatkan saat terjadi market crash, jangan panik,” kata Gema.

Gema mengatakan dirinya masih optimistis terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

Dalam pembaruan analisis melalui kanal YouTube Astronacci pada 29 September 2026, sehari setelah area gap 6.186 ditutup, Gema menyampaikan pandangannya mengenai potensi pergerakan IHSG berikutnya.

Menurut Gema, tekanan terhadap IHSG masih perlu dicermati. Namun, ia memperkirakan pekan pertama Oktober 2026 dapat menjadi awal potensi kenaikan baru IHSG.

Jika terjadi rebound, Gema menyarankan investor mencermati sektor perbankan dan energi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri